Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 9:10 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 9:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekarang, apa gerangan dapat kami katakan kemudian dari pada sekalian ini? ya, Allah kami! karena kami sudah meninggalkan segala firman-Mu,
Ezra 9:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 9:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 44:16 (IDN) »
Maka sembah Yehuda: Apakah yang hendak patik sahut kepada tuanku? Apakah yang hendak patik persembahkan? Dan bagaimana patik sekalian ini dapat membenarkan diri patik? Bahwa telah didapati Allah akan dosa patik-patik tuanku. Bahwa sesungguhnya patik sekalian menjadi hamba kepada tuanku, baik patik sekalian baik ia, yang telah didapati piala itu dalam tangannya.

Yosua 7:8 (IDN) »
Ya Tuhan! apakah boleh hamba katakan, setelah sudah Israel membuang belakang di hadapan musuhnya?

Ratapan 3:22 (IDN) »
Bahwa karena sebab segala kemurahan Tuhan, maka tiada kita dibinasakan sama sekali, dan segala rahmat-Nyapun tiada berkeputusan adanya.
Ezra 9:10 (IDN)
Setting secara singkat: Ezra 9 menggambarkan pengakuan umat Israel atas pelanggaran mereka terhadap hukum Tuhan setelah kembali dari pembuangan. Ayat ini muncul ketika imam dan pemimpin Israel menyadari panjangnya daftar pelanggaran—pernikahan dengan bangsa asing, penyembahan berhala, dan kelalaian dalam menaati firman Tuhan. Mereka bertanya bagaimana mungkin mereka dapat berkata atau berbuat setelah semua itu, terutama karena mereka telah meninggalkan firman Tuhan.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan kesetiaan Allah yang setia menuntun umat-Nya meskipun umat telah berulang kali menyimpang. God adalah sumber firman-Nya yang dinyatakan dan sandaran moral bagi umat-Nya. Kesadaran akan pelanggaran membangkitkan kebutuhan akan pertobatan dan pemulihan dalam hubungan dengan Tuhan. Umat tidak mencari pembenaran, melainkan mengakui kekeliruan dan bergantung pada belas kasih-Nya untuk memimpin mereka kembali pada jalan kebenaran.
Istilah dan gambar penting
- firman-Mu: menunjukkan standar ilahi yang tidak berubah. Umat menilai keadaan mereka sendiri di bawah hukum Tuhan.
- meninggalkan: mewakili penolakan sengaja terhadap perintah Tuhan; dorongan untuk kembali kepada kepatuhan yang setia.
Cross-reference singkat
Penjelasan singkat menurut tokoh pembaca rahasia (aliran tafsiran publik domen)
Para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa respon umat di Ezra 9:10 adalah contoh pengakuan iman yang tulus: menyadari ketidaksetiaan, meratapi pelanggaran, dan memohon pertolongan Allah untuk kembali kepada kebenaran-Nya. Mereka menekankan bahwa langkah pertama pemulihan adalah pengakuan jujur atas dosa serta perlunya pengampunan dan pembaruan roh.
Catatan kutipan ringkas: Henry menyoroti perlunya umat berbalik kepada firman Allah dengan sepenuh hati; Barnes menekankan moralitas komunitas yang beralih dari kepatuhan ritual ke kepatuhan hati; Clarke menekankan bahwa pembaruan hanya terjadi melalui belas kasih Allah yang memampukan umat hidup menurut firman-Nya.
Inti pesan untuk masa kini
Ayat ini mengajak kita untuk mengakui ketika kita melenceng dari firman Tuhan, bukan menutup mata. Pertobatan sejati dimulai dari pengakuan yang jujur, doa meminta pemulihan, dan komitmen untuk hidup menurut firman Tuhan. Dalam konteks gereja hari ini, kita diajak membangun keteladanan ketaatan yang berkelanjutan—bukan sekadar upaya luar, melainkan perubahan hati yang menjadikan firman Tuhan pusat hidup.
Akhirnya: bagaimana menerapkan