Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40


Keluaran 17:3 (IDN)
Dalam keadaan perjalanan umat Israel di padang gurun, mereka menghadapi kekurangan air. Pada saat itu mereka berdahaga untuk minum, dan keluh-kesah mereka menumpuk hingga menyengat Musa. Mereka bertanya mengapa Tuhan membimbing mereka keluar dari Mesir jika justru mereka menjadi sasaran dahaga, bahkan bagi anak-anak dan ternak mereka. Ketegangan ini mengungkapkan nuansa spiritual yang mendasar: iman yang diuji di tengah kebutuhan nyata.
Makna teks dan apa yang dipaparkan tentang Allah dan iman
Teks ini menunjukkan bahwa Allah menyertai umat-Nya meskipun jalan yang ditempuh tampak berat. Ketidakpastian air di padang gurun menjadi ujian kepercayaan: akankah mereka percaya bahwa Tuhan yang membebaskan mereka juga memelihara mereka di masa kekurangan? Perempuan dan laki-laki, anak-anak, serta hewan hidup dalam bahaya dahaga; respon mereka adalah keluh dan ketidakpastian, namun firman hukum dan janji perwujudan Allah tetap tersedia bagi mereka melalui pemimpin yang diangkat-Nya.
Istilah penting dan gambaran dalam teks
Rujukan silang yang relevan (tanpa menyalin isi lengkap ayat)
Penjelasan singkat dari tokoh-tokoh komentar (singkat, dengan kutipan singkat kalau ada)
Para komentator klasik menggarisbawahi bahwa kejadian ini menguji kepercayaan umat terhadap Allah yang membebaskan mereka. Adam Clarke menekankan bahwa keluh adalah respons manusiawi, namun pemeliharaan ilahi tetap nyata melalui tindakan-Nya yang mengarahkan pada penyediaan air di kemudian hari. Matthew Henry menekankan perlunya iman yang tidak melulu bergantung pada keajaiban, tetapi percaya bahwa Allah hadir di tengah perjalanan, bahkan ketika jalan terasa berat. Albert Barnes menegaskan bahwa ujian ini menantang hati bangsa Israel untuk bergantung pada Allah, bukan pada kekuatan manusia.
Pengajaran utama dan makna teologis
1) Allah menyertai umat-Nya secara nyata meski cara-Nya tidak selalu tampak. 2) Ketergantungan pada Tuhan diuji melalui kebutuhan jasmani. 3) Respons iman dibangun lewat pemimpin yang ditetapkan-Nya dan melalui peristiwa pemeliharaan-Nya di tengah padang gurun.
Aplikasi bagi pembaca zaman kini
Ketika kebutuhan mendesak—baik fisik maupun rohani—menyergap, respons iman adalah memohon kepada Tuhan sambil tetap menghormati otoritas-Nya. God’s penyertaan tidak hilang meskipun kita tidak segera memahami bagaimana Tuhan akan menyediakan. Kisah ini mendorong kita untuk tidak menyerah pada keluh berlebih, melainkan menantikan tindakan pemeliharaan Tuhan yang sering datang melalui cara-cara yang tak terduga.