Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40



Keluaran 17:13 - Ringkasan Interpretatif
Ayat ini menutup bagian pertempuran melawan Amalek, menunjukkan keberhasilan Yosua di bawah arahan Musa dan pemeliharaan Tuhan yang menyertai umat-Nya. "Sehingga dialahkan Yusak akan Amalek dan segala balatentaranya itu dengan mata pedang" menegaskan bahwa kemenangan militer diserahkan kepada kehadiran ilahi melalui kepemimpinan manusia yang setia.
Konteks sastra
Pasal 17 menggambarkan dua peristiwa besar: perang melawan Amalek yang dipimpin Yosua dan pemberitaan ketetapan Allah melalui Musa. Ketika umat Israel berkemah di Refidim, Amalek menyerang bagian belakang kemah; Musa memegang tongkat Tuhan, sedangkan tangan-tangan yang terangkat menjadi penanda kemenangan (ayat 11–12). Ketika tangan Musa lelah, Harun dan Hur menegakkan tangannya, demikian Israel mengalah. Ayat 13 menyimpulkan hasil dukungan ilahi yang terwujud dalam kemenangan militer atas Amalek.
Makna teologis
Kemenangan atas Amalek bukan semata peristiwa militer, melainkan ilustrasi interaksi antara kepemimpinan ilahi dan keputusan umat dalam iman. Amalek melambangkan ancaman yang berulang terhadap umat Tuhan, tetapi Tuhan menyediakan jalan kemenangan melalui kepemimpinan yang taat. Ayat ini menegaskan bahwa upaya manusia (Yosua) dipakai Tuhan sebagai alat, sementara nadi kekuatan adalah keberadaan Tuhan yang mengarahkan pedang kemenangan.
Refleksi teologi dan praktik iman
Beberapa poin penting untuk direnungkan:
Kontak silang Alkitab
Beberapa referensi relevan:
Pertanyaan untuk refleksi
• Di bidang apa Anda melihat perlunya dukungan rohani melalui doa dan komunitas untuk mencapai kemenangan yang diberkati Tuhan?
• Bagaimana kita menjaga tangan doa tetap terangkat ketika lelah atau dicobai?
• Apa pelajaran bagi kepemimpinan gereja dan keluarga dalam menghadapi ancaman spiritual maupun praktis?
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengikat kesiapan manusia untuk bertindak dengan keanderan ilahi. Kemenangan di Refidim adalah bukti penyertaan Tuhan yang menggariskan jalan bagi pemosisian umat-Nya dalam rencana-Nya, melalui kepemimpinan yang setia dan doa yang terjaga.
Cuplikan relevan dari tafsiran klasik
Catatan singkat: "Musa menegakkan tangannya, dan ketika ia lelah, Harun dan Hur menahannya" (Keluaran 17:12) menunjukkan bahwa kekuatan datang melalui dukungan komunitas yang beriman. Pendapat umum dari penafsiran klasik menekankan kerja Tuhan melalui alat manusia dalam medan perang iman.