Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 8:7 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 8:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka titah baginda raja Ahasyweros kepada permaisuri Ester dan kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: Bahwasanya rumah Haman itu sudah kukaruniakan kepada Ester, dan Hamanpun sudah digantungkan oranglah pada tiang kayu itu, sebab sudah didatangkannya tangannya kepada segala orang Yahudi.
Ester 8:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 8:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 7:10 (IDN) »
Lalu Hamanpun digantungkan oranglah pada tiang kayu yang telah diperbuatnya akan Mordekhai itu; setalah itu maka padamlah murka baginda.

Amsal 13:22 (IDN) »
Orang yang baik itu akan meninggalkan pusaka kepada anak cucu cicitnya, tetapi harta benda orang yang berdosa itu telah tertaruh bagi orang yang benar.

Galatia 3:13 (IDN) »
Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu,
Makna Ayat Ester 8:7 (IDN)
Raja Ahasyweros menegaskan kepada Ester dan Mordekai bahwa rencana Haman telah dibatalkan: rumah Haman diberikan kepada Ester, dan Haman sendiri digantung di tiang kayu yang telah dipakai untuk menghukum orang Yahudi. Ayat ini menandai perpindahan kekuasaan dari musuh bangsa Israel kepada pemimpin yang setia kepada rencana perlindungan mereka, sekaligus menyatakan keadilan atas kejahatan Haman.
Latar Belakang Konteks
Setelah Mordekhai menolak sujud dan mengungkap rencana jahat Haman terhadap orang Yahudi, Esther dan Mordekai bekerja sama untuk membasmi ancaman tersebut. Meskipun Haman telah dibinasakan melalui tiang yang direncanakan untuk Mordekhai, setelah pengaduan Esther kepada raja, raja membalikkan posisi: keluarga Haman kehilangan kekuasaan, sementara Ester mendapatkan warisan yang semestinya. Ayat ini menegaskan perubahan kebijaksanaan raja dan perlindungan bagi umat Yahudi yang tadinya terancam.
Observasi Interpretatif
Garis Objektif Tema
Rujukan Saluran Lain yang Relevan
- Ayub 12:16: Allah memegang kendali atas keterangan orang benar dan orang fasik; situasi terbalik bisa terjadi sebagai bagian dari rencana-Nya. - Amsal 21:1: hati raja berada di tangan Tuhan; Ia bisa mengarahkan arah kebijaksanaan demi keadilan bagi yang benar. - Roma 8:28: Allotmen kasih Tuhan bekerja bagi kebaikan mereka yang menanggung pekerjaan-Nya dengan iman.
Inti Praktis
Ayat ini mengajarkan bahwa kejahatan tidak akan bertahan lama jika umat Allah tetap berpegang pada integritas dan kebenaran. Allah sering memakai tindakan manusia yang taat untuk menegakkan hak, dan pemulihan itu membawa rasa aman bagi komunitas yang terancam.
Catatan tentang Kutipan Klasik
Kutipan yang relevan dari sumber-sumber berbahasa Inggris klasik (public-domain) dapat dipakai sebagai referensi interpretatif, antara lain:
“The king's heart is in the hand of the Lord; as the rivers of water, he bendeth it whithersoever he will.” (Matthew Henry, terkait hakekat kendali ilahi atas kebijakan manusia)
“In this he ordereth the matters of men as he pleaseth; a man's doings are in the LORD's hands.” (Albert Barnes)
“God overrules both the malice of persecutors and the plans of enemies for the good of his people.” (Adam Clarke)
Catatan: Keterangan di atas disadur secara umum dari gaya tafsiran para tokoh ber-izin publik-domain; tidak menyalin teks lengkap, melainkan menyederhanakan ide inti untuk konteks Ester 8:7 dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami.