Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 8:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka segala barid-barid yang mengendarai unta yang pantas dan bagal itupun berjalanlah dengan bersegera-segera, dibangatkan jalannya oleh titah baginda. Adapun perintah ini diberikan juga dalam kota Susan.
Ester 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 8:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 3:15 (IDN) »
Maka segala barid itupun berjalanlah, diajak bersegera-segera dengan pesan baginda, dan titah itu diberikan di dalam kota Susan. Maka duduklah baginda dan Haman minum bersama-sama, tetapi huru-haralah segala orang isi kota Susan adanya.

Daniel 8:2 (IDN) »
Maka kulihat dalam khayal, bahwa dalam khayal adalah aku di dalam kota Syusyan, yang di benua Elam, maka kulihat dalam khayal itu bahwa adalah aku di tepi sungai Ulai.

Ester 2:3 (IDN) »
Hendaklah kiranya tuanku memberi titah kepada orang besar-besar dalam segala negeri kerajaan tuanku, supaya dihimpunkannya kepada tuanku segala perempuan muda, yaitu anak dara yang elok parasnya, ke dalam kota Susan dan ke dalam maligai, di bawah perintah Hejai, sida-sida tuanku, yang menunggui segala perempuan, dan hendaklah diberikan perlulutannya kepadanya.
Interpretive Point: Duka kemenangan dan ketertiban dalam perintah istimewa Raja
Bagian ini merangkum bagaimana perintah rajawi memuliakan efisiensi administrasi dan pelaksanaan kebijakan, serta menunjukkan bagaimana kedudukan raja memobilisasi seluruh lapisan kota untuk tujuan keselamatan dan pembelaan. Ayat ini menyoroti realitas praktis pemerintahan yang efektif setelah penyelarasan rencana pembebasan umat Allah, di mana surat-surat resmi hingga pengantaran pasukan diatur secara cepat dan tegas.
Konteks Sastra dan Aliran Narasi
Ayat ini berseiring dengan tindakan Esther dan Mordekai untuk membatalkan rencana pihak musuh melalui edaran baru yang memerintahkan percepatan mobilisasi. Frasa tentang "barid-barid yang mengendarai unta" dan "bagal" menandakan bahwa perintah itu disebarkan melintasi wilayah kekuasaan Persia, termasuk kota Susan. Narasi menekankan kecepatan eksekusi perintah karena mempertahankan keselamatan umat Allah dan mendorong penyebaran ketertiban di tengah keadaan yang genting.
Interpretasi Teologis dan Signifikansi
Beberapa poin penting theologis muncul di sini:
Kaitan Alkitabiah
Beberapa hubungannya meliputi:
Pertanyaan Refleksi
- Bagaimana kita memandang peran otoritas dalam melindungi kebenaran dan komunitas iman?
- Ketika Allah bekerja melalui jalur manusia, bagaimana kita menanggapinya secara iman dan tanggung jawab?
- Apa pelajaran praktis mengenai penyampaian pesan penting dengan cara yang efektif di zaman kita?
Hubungan Alkitabiah Lanjutan
Beberapa referensi saling melengkapi:
Kesimpulan Singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kedaulatan Allah sering tersungging melalui pengelolaan manusia yang efektif: ketika perintah publik disampaikan dengan cepat dan jelas, umat Allah dapat dilindungi dan tujuan penyelamatan dapat terwujud. Respons cepat raja dan pelaksanaan amanatnya mencerminkan integrasi antara urusan dunia dan rencana ilahi yang lebih besar.
Quotable Notes dari Tokoh Penafsir-Publik Domain
Catatan singkat: Jika dibutuhkan, catatan ini bisa mengacu pada pandangan umum para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dalam kerangka konteks Persia dan kebijakan publik. Namun, tidak ada kutipan lengkap yang disertakan di sini karena fokusnya pada inti makna ayat dan aplikasinya bagi jemaat Indonesia; bentuk para penafsir akan diringkas dalam gaya kita sendiri.