Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 15:1 Ulangan 15:2 Ulangan 15:3 Ulangan 15:4 Ulangan 15:5 Ulangan 15:6 Ulangan 15:7 Ulangan 15:8 Ulangan 15:9 Ulangan 15:10 Ulangan 15:11 Ulangan 15:12 Ulangan 15:13 Ulangan 15:14 Ulangan 15:15 Ulangan 15:16 Ulangan 15:17 Ulangan 15:18 Ulangan 15:19 Ulangan 15:20 Ulangan 15:21 Ulangan 15:22 Ulangan 15:23



Ul. 15:23 (IDN) — "Sahaja darahnya jangan kamu makan, melainkan cucurkanlah dia kepada bumi seperti air."
Dalam konteks keluaran, ayat ini bagian dari peraturan mengenai hewan kurban, khususnya korban yang terlepas bihunya atau tidak sempurna. Allah menekankan bahwa darah hewan tidak boleh dimakan, melainkan dicurahkan ke tanah sebagai persembahan kepada Tuhan. Praktik ini berakar pada makna kemurnian ibadah dan penghormatan terhadap hidup makhluk ciptaan Tuhan.
Makna utama
Inti ajaran ayat ini adalah menjaga kemurnian pengorbanan dengan menolak konsumsi darah. Darah diidentikkan dengan hayat; menumpahkan darah sebagai persembahan menegaskan bahwa kehidupan milik Tuhan, dan tidak boleh dipakai sebagai makanan. Perintah ini juga menegaskan adanya ritus khusus bagi umat menjalin hubungan dengan Tuhan melalui persembahan yang benar.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Berikut beberapa rujukan yang terkait, dengan ringkasan makna yang relevan:
Pemgahannya: Darah dihadirkan sebagai bagian integral dari penyembahan yang berpusat pada Tuhan, bukan sebagai sumber makanan biasa. Rujukan-rujukan ini menunjukkan bahwa pemisahan antara kehidupan dan makanan adalah bagian dari tata ibadah yang lebih luas di Perjanjian Lama.
Refleksi praktis
Ayah-bapak leluhur Israel ditempa untuk memahami bahwa setiap bagian dari ibadah memiliki tujuan spiritual. Bagi pembaca masa kini, prinsip ini mengajak kita menilai apa yang kita anggap biasa dalam kehidupan rohani: apakah kita mengutamakan ketulusan hati dalam menawarkan hidup kepada Tuhan, bahkan ketika praktik konkret tidak lagi persis sama? Hal ini menekankan keberanian dalam menjaga kemurnian ibadah kita, serta kesetiaan pada panggilan hidup yang menujukan kemuliaan Tuhan.
Penutup
Ul. 15:23 menegaskan bahwa sebagian unsur korban — darah — tidak boleh dimakan, melainkan dicurahkan sebagai persembahan kepada bumi sebagai simbol pengakuan hidup yang dikontrol Tuhan. Prinsip ini menggariskan sikap hormat terhadap hidup, kepatuhan hukum perjanjian, dan komitmen ibadah yang murni.
Quotations note: Jika diperlukan, beberapa kata-kata ringkas dari komentar kuno yang relevan tidak langsung diulang di sini, tetapi inti penekanan mereka adalah penghormatan terhadap darah sebagai bagian dari ibadah yang suci.