Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 15:1 Ulangan 15:2 Ulangan 15:3 Ulangan 15:4 Ulangan 15:5 Ulangan 15:6 Ulangan 15:7 Ulangan 15:8 Ulangan 15:9 Ulangan 15:10 Ulangan 15:11 Ulangan 15:12 Ulangan 15:13 Ulangan 15:14 Ulangan 15:15 Ulangan 15:16 Ulangan 15:17 Ulangan 15:18 Ulangan 15:19 Ulangan 15:20 Ulangan 15:21 Ulangan 15:22 Ulangan 15:23



Ulangan 15:10 (IDN)
“Tak akan jangan dengan murah kamu memberi akan dia, dan jangan picik hatimu apabila kamu memberi akan dia, karena sebab perbuatan murah yang demikian diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu kelak dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala pegangan tanganmu.”
Setting segera pasal
Ulangan 15 berada dalam bagian hukum Israel yang menekankan kasih kepada orang miskin dan keadilan sosial. Ayat 10 muncul sebagai arahan praktis mengenai kemurahan hati yang konsisten: memberi kepada yang membutuhkan bukan karena beban, tetapi karena identitas hidup sebagai umat Tuhan. Konteksnya adalah batasan kemunduran ekonomi di antara sesama bangsa Israel, yang menuntun pada satu sikap hati yang murah hati: memberi secara berkelimpahan dan tanpa penghitungan.
Makna teologis dan iman yang tersirat
Ayat ini menegaskan bahwa kemurahan hati adalah bagian dari perjanjian dengan Allah. Allah yang menanggung umat-Nya juga membentuk umat-Nya untuk peduli kepada sesama. Perbuatan memberi yang tidak murah—yang tidak menunda-nunda atau mengecilkan jumlahnya—dipandang sebagai tindakan yang menyenangkan Tuhan dan membawa berkat dalam segala pekerjaan dan tangan. Artinya, cara kita memberi memengaruhi dinamika hidup: hubungan dengan Tuhan mempengaruhi cara kita merawat sesama; kemurahan hati menjadi sakramen praktis dari iman yang hidup.
Penjelasan kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa silang rujukan relevan untuk memperkaya pemahaman:
Intinya, kemurahan hati bukan sekadar kewajiban, melainkan ekspresi iman yang hidup, yang menegaskan kehadiran Tuhan dalam hubungan kita dengan sesama.
Aplikasi praktis bagi masa kini
Nilai ayat ini mengajak umat Tuhan untuk:
Inti pemahaman dari para penafsir lama
Ringkasnya, para penafsir terdahulu menekankan bahwa kemurahan hati adalah bagian integratif dari hidup iman. Mereka menyoroti perlunya hati yang percaya bahwa Tuhan menyediakan, sehingga tindakan memberi tidak menjadi beban, melainkan ungkapan kasih yang memuliakan Tuhan.
Quotations (singkat):
“Perbuatan murah hati yang tidak terhitung akan diberkati Tuhan” (ringkasan tema, sejalan dengan karya para penafsir publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke).