Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Daniel 7:1 Daniel 7:2 Daniel 7:3 Daniel 7:4 Daniel 7:5 Daniel 7:6 Daniel 7:7 Daniel 7:8 Daniel 7:9 Daniel 7:10 Daniel 7:11 Daniel 7:12 Daniel 7:13 Daniel 7:14 Daniel 7:15 Daniel 7:16 Daniel 7:17 Daniel 7:18 Daniel 7:19 Daniel 7:20 Daniel 7:21 Daniel 7:22 Daniel 7:23 Daniel 7:24 Daniel 7:25 Daniel 7:26 Daniel 7:27 Daniel 7:28



Gambaran Umum tentang Daniel 7:25
Ayat dalam konteks pasal
Daniel 7 menggambarkan empat makhluk, mewakili kekuatan-kekuatan dunia yang melawan Allah. Pusat ayat 25 adalah pengucapan lawan Allah dan penganiayaan umat-Nya, dengan unsur “bengis” dan upaya mengubah masa dan hukum. Ini menyoroti konflik antara kekuatan dunia dan rencana Allah; meskipun tampaknya berkuasa untuk sementara, batas-batas ilahi tetap teguh.
Pokok pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian memperlihatkan tema serupa: kekuasaan duniawi berhadapan dengan otoritas ilahi, dan masa-masa ujian bagi umat Allah. Misalnya:
Penafsiran sumber-sumber berpengaruh (ringkas)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa bagian ini menyoroti kronologi waktu yang Tuhan tetapkan. Inti komentar mereka menekankan:
Catatan kutipan singkat: Matthew Henry menyampaikan gagasan bahwa pernyataan lawan Allah menunjukkan banyak kesombongan manusia, tetapi Allah yang berdaulat tetap mengatur sejarah (kutipan inti dari komentarnya terdapat dalam karya-karya publik-domain).
Aplikasi praktis bagi pembaca hari ini
Rujukan silang yang relevan
Beberapa rujukan silang yang relevan untuk memperkaya pemahaman:
Inti penutup
Ayat Daniel 7:25 mengingatkan bahwa kezaliman dunia memiliki masa kendali yang terbatas, dan Allah tetap memegang kendali atas waktu serta hukum-Nya. Dialog antara kekuatan dunia dan kedaulatan-Nya berakhir dengan kemenangan-Nya, meskipun umat-Nya dipanggil untuk setia menjalani masa-masa penganiayaan tanpa kehilangan pengharapan kepada Tuhan yang berfirman: masa-Nya akan datang.