Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 6:8 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 6:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Tuhan Hua sudah bersumpah demi diri-Nya, demikianlah firman Tuhan, Allah serwa sekalian alam: Bahwa Aku jemu akan jemawa Yakub dan Aku benci akan segala maligainya, maka sebab itu Aku kelak menyerahkan negeri itu serta dengan segala isinya.
Amos 6:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 6:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 51:14 (IDN) »
Bahwa Tuhan semesta alam sekalian itu sudah bersumpah demi diri-Nya: Jikalau Aku sudah memenuhi engkau dengan orang, banyaknya seperti belalang sekalipun, maka kelak bersorak-sorak juga seorang akan seorang dari karena halmu!

Mazmur 47:4 (IDN) »
(47-5) Maka telah dipilih-Nya kami akan suatu bahagian pusaka, yaitu kepujian Yakub, yang telah dikasihi-Nya. -- Selah.

Amos 8:7 (IDN) »
Bahwa Tuhan sudah bersumpah dengan kemuliaan Yakub: Niscaya tiada Aku melupakan segala perbuatan mereka itu sampai selama-lamanya!
Amos 6:8 (IDN) — Firman Tuhan tentang jemu dan kebanggaan
Inti interpretatif ayat ini adalah deklarasi tegas Allah bahwa Dia menolak kesombongan dan kemalasan rohani yang merajalela di antara bangsanya. Ketika Tuhan berfirman bahwa Ia “jemu akan jemawa Yakub” dan membenci semua maligainya, Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran hati yang taat dan ketamakan akan kenyamanan akan membawa konsekuensi yang nyata bagi umat yang telah diperingatkan berkali-kali.
Larik konteks sastra
Amos membawa pesan nabi dari masa kekuasaan Yerusalem untuk menyingkap pola kemunafikan di Utara Israel. Bab-bab awal menyoroti ketidakadilan sosial dan penyembahan berhala; ayat ini menafsirkan penyimpangan itu sebagai penolakan Allah terhadap kebanggaan tanpa ketaatan. Frasa “jemu akan jemawa” menunjukkan bahwa Allah tidak sekadar kecewa pada pelanggaran ritual, melainkan pada sikap hati yang mengandalkan kekayaan, posisi, dan kemegahan duniawi daripada ketaatan hidup kepada-Nya.
Signifikansi teologis
Amanat inti adalah bahwa iman sejati tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang benar terhadap sesama. Tuhan menolak kemegahan kosong jika tidak dilandasi integritas moral dan sosial. Dalam konteks Amos, kehadiran kemakmuran seolah-olah menjadi umpan bagi ketidakadilan; tetapi Allah menegaskan bahwa Dia menilai hati, bukan hanya praktik ibadah. Pengulangan kata “Aku” menegaskan kedaulatan-Nya atas sejarah bangsa dan menuntut respons tulus dari umat-Nya.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Pertanyaan refleksi
Intisari penutup
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menilai hati: kebejatan moral dan kebanggaan yang berpegang pada kemegahan manusia mendapat penolakan ilahi. Pertobatan sejati berarti menyingkirkan kemegahan dangkal dan hidup dalam ketaatan yang menuntun pada perbaikan hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan. Allah berfirman untuk menuntun umat-Nya pada hidup yang lebih damai, adil, dan rendah hati di hadapan-Nya.
Cross-references singkat
- Yesaya 1:11–17: ibadah tanpa keadilan tidak diterima; ajakan untuk membuang ritual kosong.
- Yesaya 2:11–12: pimpinan manusia dinilai oleh Tuhan; kebanggaan manusia ditundukkan.
- Zakharia 7:9–12: belas kasih dan keadilan diutamakan di atas ritual keliru.
Catatan kutipan langsung dari penafsir publik domain yang relevan (jika ada) akan dicantumkan secara tepat. Dalam bagian ini tidak ada kutipan panjang penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke karena gaya tafsir yang dikutip bersifat parafrase inti demi keluwesan bahasa Indonesia modern.