Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 6:11 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 6:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena sesungguhnya Tuhan juga berfirman dan dipalunya rumah besar itu dengan belah-belahan dan rumah kecil itu dengan celah-celahan.
Amos 6:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 6:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 3:15 (IDN) »
Pada masa itu Aku merobohkan baik balai kambang baik balai peranginan, dan Aku membinasakan kelak segala maligai yang dari pada gading, dan tiada akan lagi rumah besar-besar, demikianlah firman Tuhan!

Yesaya 55:11 (IDN) »
demikianpun perihal firman-Ku, yang terbit dari pada mulut-Ku, ia itu tiada akan kembali kepada-Ku dengan hampa, melainkan akan dilakukannya barang yang Kukehendaki dan ia itupun akan beruntung dalam segala sesuatu yang Kusuruhkan dia kepadanya.

2 Raja-raja 25:9 (IDN) »
Maka dibakarnya habis akan rumah Tuhan dan akan istana raja dan segala rumah yang di Yeruzalem, sehingga segala rumah orang besar-besarpun dibakarnya habis dengan api.
Inti Makna Amosis 6:11 (IDN)
Makna ayat ini adalah peringatan tegas bahwa Tuhan berkuasa merubuhkan kemegahan dan kenyamanan yang dibanggakan orang bila mereka hidup dengan ketidakadilan dan kemerosotan moral. Ucapan tersebut menggambarkan kehancuran yang tidak terhindarkan atas rumah-rumah mewah dan rumah-rumah kecil yang memperlihatkan keduanya telah ditempeli oleh ketidaksetiaan, ketamakan, dan sikap cuek terhadap keadilan sosial.
Latar Kontekstual
Pada masa Amos, bangsa Israel terdivaksin oleh kemewahan dan ketidakpekaan terhadap penderitaan sesama. Nabi Amos menantang mereka yang hidup nyaman di Samaria dengan menyingkap bahwa kemewahan itu tidak bisa mengimbangi ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan dan keadilan bagi orang miskin. Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan mencatat segala struktur kedzaliman—baik rumah besar yang menonjol maupun rumah kecil yang menahan luka—dan pada akhirnya akan menimbang keduanya.
Interpretasi Singkat
Ingatkan Hubungan Tema
Ayat ini menyambung tema kehancuran karena kemewahan tanpa empati. Dalam konteks kitab Amos, itu berarti Allah menuntut pertobatan nyata, bukan sekadar agamamu yagn tampak.
Rujukan terkait
Beberapa bagian yang sejalan antara lain:
Penjelasan singkat: semua referensi menekankan bahwa Allah melihat apa yang tersembunyi di dalam hati manusia dan menilai bagaimana hidup adil dijalankan di antara sesama.
Catatan Tekstual dan Kutipan Singkat
Dalam tradisi komentar Bapa-Bapa Suci, para penafsir menekankan bahwa penghancuran “rumah besar” dan “rumah kecil” menyingkap kesalahan yang sama: ketidakadilan yang menggariskan keberhasilan duniawi tanpa peduli pada penderitaan orang lain. Kutipan-kutipan berikut disebutkan sebagai landasan penafsiran:
Matthew Henry menegaskan bahwa kemewahan tanpa keadilan adalah bukti roh yang rusak; Albert Barnes menyoroti bahwa Tuhan bekerja melalui pembongkaran ketika keadilan tidak beroleh tempat. Adam Clarke menekankan bahwa penghakiman Tuhan datang sebagai respons terhadap kelalaian moral komunitas.
Catatan: kutipan langsung singkat yang relevan dari para komentator publik domain tidak disertakan dalam potongan ini secara lengkap, namun intinya mengikuti peringatan bahwa kemegahan duniawi tidak menggantikan keperluan akan hidup saleh di hadapan Tuhan.
Inti Praktis
Renungkan: apakah kemewahan atau posisi kita saat ini menyemangati kita untuk mengabaikan keadilan bagi sesama? Tuhan peduli pada bagaimana kita memperlakukan yang lemah dan bagaimana kita membeli keputusan yang adil di komunitas kita. Bentukkan hidup yang tidak hanya nyaman secara material, tetapi juga benar secara moral di hadapan-Nya.