Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 6:4 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 6:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kamu yang berbaring pada gerai gading dan berlezat dirimu di atas geta dan makan segala anak domba dari pada kawan domba itu dan segala anak lembu dari dalam kandang binatang yang tambun.
Amos 6:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 6:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 5:5 (IDN) »
Kamu sudah hidup dengan kemewahan di dunia, dan mendapat kesukaan; kamu sudah memuaskan hatimu pada hari menyembelih.

Amos 3:12 (IDN) »
Demikianlah firman Tuhan: Seperti kalau seorang gembala menyentak dari pada mulut singa barang dua batang tulang betis atau sekerat telinga, begitulah bani Israel yang duduk di Samaria itupun akan disentak pada penjuru tempat tidur dan pada peraduan.

Yehezkiel 34:2 (IDN) »
Hai anak Adam! hendaklah engkau bernubuat akan hal gembala-gembala Israel; bernubuatlah dan katakanlah kepada gembala-gembala itu: Demikianlah firman Tuhan Hua: Wai bagi segala gembala Israel yang menggembalakan dirinya! Bukankah patut orang gembala itu menggembalakan kambing-kambingnya?
Amsal 6:4 (IDN) — Menghindari Kemewahan yang Membuat Lupa Wujud Rendah Diri
Kitab Amos menegaskan bahwa Allah tidak mengizinkan bangsa Israel hidup dalam kemewahan sambil menutup mata terhadap keadilan. Ayat ini menyoroti bahaya bersantai dalam kenyamanan duniawi ketika ada panggilan untuk keadilan dan kebenaran. Pesan utama ayat ini adalah mengingatkan kita bahwa kenikmatan berlebihan bisa membuat seseorang melupakan tanggung jawab moralnya terhadap sesama dan terhadap Allah.
Latar belakang konteks asli
Pada masa nabi Amos, Israel berada dalam periode kemakmuran ekonomi yang menampilkan kemewahan di berbagai kalangan. Sementara itu, keadilan sosial menipis: ada ketidakpedulian terhadap orang miskin, penindasan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Majelis bangsawan dan kelas elite sering menikmati pesta dan kenyamanan, sementara umat Tuhan di sekitar mereka menderita. Ayat ini menyingkap pola hidup para penguasa yang lebih peduli pada pesta gerai gading, kenyamanan pribadi, dan kelezatan makan minum daripada memperbaiki ketidakadilan yang nyata di antara sesama mereka.
Inti pesan dan tema teologis
Amsal 6:4 menegaskan bahwa kemewahan tanpa empati adalah ancaman rohani. Ketika orang berbaring di atas gerai gading, berlezat di atas geta, dan memakan domba kawan serta anak lembu dari kandang binatang yang tambun, mereka menutup telinga terhadap seruan Allah untuk keadilan, integritas, dan belas kasih. Pesan ini menekankan bahwa kekayaan dan keberuntungan sejati tidak mengurangi tuntutan hidup saleh di hadapan Tuhan; sebaliknya, kemewahan mampu menekan suara hati jika tidak diimbangi dengan tanggung jawab sosial dan spiritual.
Kaitan teologis yang relevan
Rujukan silang yang relevan (tanpa menyalin ayat utuh)
Catatan: dihadirkan penjelasan singkat mengenai tema keadilan, keselamatan, dan integritas yang menghubungkan teks Amos dengan rangkaian kitab lain tanpa menyalin teks lengkap ayat yang dirujuk.
Refleksi rohani singkat
Ayat ini mengajak kita memeriksa bagaimana hidup kita dipengaruhi kenyamanan duniawi. Apakah kemewahan membuat kita acuh terhadap sesama? Apakah kita menjaga pola hidup yang adil, murah hati, dan setia pada Allah? Semoga kita tidak menukar panggilan hidup benar dengan pesta-pesta yang hanya memanjakan diri. Allah memanggil kita untuk hidup sederhana, adil, dan bertanggung jawab terhadap sesama — terutama yang lemah dan tidak berdaya.
Quotations note: Bila ada kutipan eksplisit dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan dan tersedia secara publik-domain, akan dicantumkan secara terbatas. Dalam bagian ini, konsep umum yang diambil sejalan dengan pemikiran umum para komentator teologi tua mengenai bahaya kemewahan dan panggilan keadilan.