Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 6:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Yang minum air anggur dari dalam piala dan menyapukan dirinya dengan minyak yang terutama, tetapi tiada mereka itu peduli akan luka Yusuf.
Amos 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 6:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 49:22 (IDN) »
Maka Yusuf itu suatu cabang pokok yang berbuah-buah, suatu cabang pokok yang berbuah pada sisi mata air, maka ranting-rantingnya melata pada pagar tembok yang tinggi.

Kejadian 37:25 (IDN) »
Lalu mereka itu duduk hendak makan roti. Serta mereka itu mengangkat matanya dilihatnya bahwasanya adalah datang suatu kafilah orang Ismaili dari negeri Gilead serta dengan untanya bermuat rempah-rempah dan getah dan kemenyan, ia itu berjalan hendak ke Mesir.

Kejadian 42:21 (IDN) »
Maka pada masa itu kata mereka itu seorang kepada seorang: Bahwa sesungguhnya kita sekalian ini bersalah akan adik kita, yang telah kita lihat kepicikan hatinya tatkala ia minta dikasihankan oleh kita, tetapi tiada kita mau dengar, maka sebab itulah kepicikan ini telah datang atas kita!
Amos 6:6 (IDN): Tampaknya Kenikmatan Dunia Membutakan Hati
Pada konteks Kitab Amos, Allah menegur bangsa Israel yang hidup dalam kemewahan dan kepuasan pribadi sambil mengabaikan penderitaan sesama dan keruntuhan moral di sekitar mereka. Ayat ini memperlihatkan gaya hidup mereka yang berlebihan—minum anggur dari piala mewah dan menyapukan diri dengan minyak berlimpah—tetapi luka Yusuf, yaitu penderitaan umat Israel yang terperangkap dalam penindasan dan ketidakadilan, tidak mereka pedulikan. Mereka lebih menjaga kenyamanan diri sendiri daripada merespons panggilan Allah untuk berbuat adil. Gaya hidup seperti ini tidak hanya mengabaikan tanggung jawab sosial, tetapi juga mengabaikan peringatan ilahi yang mengundang pertobatan.
Pokok makna
Aminat utama ayat ini adalah kecenderungan manusia untuk menutup mata terhadap penderitaan sesama ketika diri sendiri hidup dalam kemewahan. Piala anggur dan minyak mewah adalah gambaran berlebih-lebihan yang menutupi fakta keadilan yang runtuh. Luka Yusuf/melembeknya umat bisa diartikan sebagai penderitaan yang membelenggu bangsanya sendiri—ketidakadilan, perbudakan ekonomi, dan penindasan sosial—yang tidak dipedulikan oleh mereka yang hidup dalam kenyamanan. Allah memperingatkan bahwa kemewahan yang dinikmati tanpa empati dan tanggung jawab moral membuat bangsa kehilangan legitimasi rohaninya di hadapan-Nya.
Kembangkan tema utama
Ada hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan terkait adalah:
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa relasi yang benar kepada Allah selalu menuntut perhatian aktif terhadap keadilan dan kesejahteraan sesama, bukan sekadar ritual kemewahan.
Tinjauan praktis
Cara kita merespons hari ini adalah menilai bagaimana kita membangun kenyamanan hidup tanpa mengorbankan keadilan bagi orang lain. Pertanyaan reflektif: Adakah saat kita terlalu asyik dengan kepemilikan dan kesenangan sehingga kehilangan kepekaan terhadap sesama yang tertindas? Doa dan tindakan nyata—misalnya, berbagi sumber daya, memperhatikan kebutuhan tetangga, atau mendukung kerja keadilan—membantu menjaga keseimbangan antara anugerah Tuhan dan tanggung jawab manusia.
Ringkasan singkat
Amos 6:6 menggambarkan kecenderungan manusia menikmati kemewahan sambil mengabaikan luka sesama. Ayat ini mengingatkan bahwa kenyamanan pribadi tanpa keadilan tidak berkenan di mata Allah. Respons yang benar mencakup pertobatan, empati, dan tindakan nyata untuk membela yang lemah.
Sumber pandangan klasik (singkat)
Safely integrated reflections drawn from saudara-saudara penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kemewahan tanpa peduli pada penderitaan orang lain adalah bentuk ketidaktaatan rohani. Mereka menyoroti pentingnya integritas sosial sebagai bagian dari kesetiaan kepada Allah. Dalam tema ini, dua kutipan pendek yang relevan (jika diperlukan) akan dicantumkan secara ringkas dalam studi lanjut, tanpa mengulang teks lengkapnya di sini.
Catatan rujukan singkat: Ayat ini sejalan dengan dorongan Alkitab untuk membangun keadilan sosial, mengingatkan kita bahwa tindakan nyata untuk sesama adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan.