Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 2:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Yang terlalu ingin sekali akan kepala orang papa tertudung dengan abu dan yang memutar balikkan perkara orang yang lemah; maka baik orang tua baik orang muda pergi mendapatkan perempuan petenung akan menghinakan nama-Ku yang suci itu.
Amos 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 2:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 5:12 (IDN) »
Karena Kuketahui bagaimana besar segala kejahatanmu dan bagaimana amat banyak segala dosamu; kamu yang memijak-mijak orang yang benar dan menerima suap dan kamu enggan membenarkan hal orang miskin di dalam pintu gerbang.

Yehezkiel 22:11 (IDN) »
dan dibuatnya perkara yang keji dengan bini kawannya dan orang lain sudah menajiskan menantunya perempuan dengan tiada malu; dan orang lain pula di antaramu sudah menggagahi saudaranya sendiri, yang sebapa dengan dia.

Yesaya 10:2 (IDN) »
hendak menjauhkan orang miskin dari pada hukum, dan hendak menjadikan rampasan akan hak segala orang di antara umat-Ku yang tak dapat melawan, supaya segala janda perempuan akan jarahannya dan segala anak piatupun akan rampasannya!
Inti tafsiran utama Amos 2:7
Ayat ini menegaskan bahwa korban ketidakadilan di antara umat Israel menampakkan kecenderungan merendahkan martabat orang lemah dan menghina nama suci Tuhan. Fokus utama teks adalah bagaimana kekuasaan, kemewahan, dan kehendak diri sendiri menjerumuskan orang-orang itu pada perilaku merusak: memanfaatkan kedudukan untuk menindas, menutupi kejahatan dengan tipu daya, dan pada akhirnya menista nama Tuhan melalui tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perintah hukum-Nya.
Konteks sastra dan alur kejadian
Amos mengajukan tuduhan keras terhadap beberapa lapisan sosial pada kerajaan Israel Utara: pedagang yang serakah, pengambil keputusan yang curang, serta mereka yang mengutamakan kekuasaan di atas keadilan. Ayat 7 masuk dalam bagian yang memperlihatkan bagaimana kekayaan dan status sosial dapat memicu perilaku menghinakan orang lemah, termasuk memanfaatkan status kelaminnya, usia, atau penampilan untuk keuntungan pribadi. Gambaran tentang kepala orang papa tertudung dengan abu menunjuk pada praktik menodai martabat manusia melalui ritual atau simbol-simbol kehormatan yang dipakai untuk menutupi kerakusan mereka.
Signifikansi teologis
Inti teologisnya adalah belas kasih Tuhan yang berhadapan dengan ketidakadilan struktur. Sikap yang memprioritaskan kepentingan diri sendiri atas hak-hak orang lemah melanggar hukum dan kehendak Allah. Tuhan menuntut keadilan sosial yang konsisten dengan kekudusan-Nya. Perilaku yang menyiratkan kebanggaan atas kemudahan memanfaatkan orang lain menjadi ancaman terhadap kesetiaan umat kepada Allah yang suci.
Kaitan dengan firman lain dalam Alkitab
Pertanyaan refleksi
Ringkasan penutup
Amos 2:7 memperingatkan bahwa ketidakadilan terstruktur—manusia yang menghalalkan tindakan jahat dengan kedudukan—merusak citra Tuhan yang suci. Perhatian Allah selalu menuntut keadilan yang nyata bagi orang miskin dan lemah. Narasi ini menuntun pembaca pada komitmen hidup yang memuliakan Tuhan melalui keadilan dan kasih nyata terhadap sesama.
Referensi silang singkat
- Keadilan sosial dan integritas: Yeremia 22:13-17; Matius 7:12.
- Kekudusan nama Tuhan dan dampaknya pada tindakan manusia: Ulangan 5:11; Yesaya 58:6-7.
Cuplikan langsung dari komentator publik domain (kalimat pendek): "Keadilan yang tidak memihak adalah bukti ketaatan sejati kepada Tuhan yang suci."