Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 2:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan yang berani sekali hatinya di antara segala pahlawanpun akan lari dengan telanjangnya pada hari itu, demikianlah firman Tuhan!
Amos 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 2:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hakim-hakim 4:17 (IDN) »
Tetapi Sisera lari dengan berjalan kaki ke kemah Yael, bini Heber, orang Keni itu, karena adalah damai antara Yabin, raja Hazor, dengan isi rumah Heber, orang Keni itu.

2 Raja-raja 7:8 (IDN) »
Hata, setelah sampai orang kusta itu kepada ujung tempat tentara, masuklah mereka itu ke dalam sebuah kemah, lalu makan minumlah dan diambilnya dari sana emas perak dan pakaian, lalu pergi mereka itu menyembunyikan dia; setelah itu kembalilah mereka itu masuk ke dalam sebuah kemah yang lain, maka dari sanapun diambilnya, lalu pergi menyembunyikan dia.

Yeremia 48:41 (IDN) »
Bahwa segala negeri sudah dialahkan dan segala kota bentengpun sudah ditawan, maka pada hari itu hati segala orang perkasa dalam Moab seperti hati seorang perempuan yang menyakiti akan beranak.
Amos 2:16 — Lari Telanjang di Hari Tuhan
Setting langsung: Amos menubuatkan hukuman Allah atas bangsa Israel karena ketidakadilan sosial, penyembahan berhala, dan ketidaksetiaan mereka secara umum. Pasal ini menegaskan bahwa di hari penghakiman Allah akan menyingkapkan kelemahan manusia, termasuk para pahlawan yang disanjung di antara bangsanya sendiri.
Makna teologis utama
Amanat ini menekankan kedaulatan Tuhan dan keadilan-Nya yang tidak membedakan status. Bahkan mereka yang berani dan berkuasa sekalipun tidak akan mampu menahan hari Tuhan; keadaan terburuk mereka terekspos, dan mereka akan lari telanjang karena tidak ada perlindungan selain Allah.
Penjelasan kata dan gambaran utama
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Beberapa bagian seputar penghakiman Amos menegaskan tema serupa: ketidakadilan sosial dan kemunafikan religius memicu murka Allah. Seperti ayat-ayat lain di buku Amos, peringatan ini menekankan bahwa Tuhan menginginkan keadilan praktis—bukan sekadar ritual kosong.
Kutipan singkat dari tokoh penafsir publik domain
Matthew Henry menekankan bahwa penghakiman menyingkapkan keadaan hati manusia dan tidak ada kedudukan yang dapat menahan murka Tuhan. Albert Barnes menyoroti bahwa kebanggaan manusia tidak memiliki perlindungan di hadapan keadilan ilahi. Adam Clarke menambahkan bahwa “telanjang” adalah gambaran tentang kehinaan total di hadapan Allah yang Mahatahu. (Catatan: kutipan langsung singkat hanya jika tersedia dalam catatan terjemahan, tidak menyalin teks lengkap pasal.)
Cross-references singkat
Penjelasan singkat hubungan: Penghakiman Amos dan ayat-ayat terkait menekankan bahwa ketidakadilan dan keangkuhan manusia tidak bisa menghindari kekuatan Allah yang adil. Ketika hari Tuhan datang, tidak ada pelarian yang benar bagi yang menentang-Nya.
Aplikasi bagi masa kini
Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai kekuatan diri sendiri dalam terang keadilan Allah. Bagi komunitas iman, ini adalah dorongan untuk mengutamakan keadilan sosial, integritas pribadi, dan ketulusan ibadah—bukan sekadar ritual luar. Dalam kehidupan sehari-hari, larilah dari segala bentuk kekerasan, korupsi, dan hipokrisi; perlindungan sejati hanya ditemukan di dalam iman kepada Tuhan yang mahatahu.