Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi orang yang memegang busur panahpun tiada dapat tahan berdiri, dan yang pantas kakinyapun tiada dapat berlepas dirinya, dan yang mengendarai kudapun tiada dapat meluputkan jiwanya.
Amos 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 33:16 (IDN) »
Bahwa seorang rajapun tiada menang oleh karena kebanyakan balatentaranya, dan seorang hulubalangpun tiada diluputkan oleh kebesaran kuatnya;

Yehezkiel 39:3 (IDN) »
Di sana Kupalu kelak busurmu dari tanganmu kiri dan Kugugurkan segala anak panahmu dari dalam tanganmu kanan.
Amanat Amos 2:15 dalam Konteks Salam Ekonomi dan Keadilan Allah
Ayat Amos 2:15 menggambarkan kehancuran yang menimpa orang-orang yang berperang, menunggang kuda, atau memegang busur, ketika Allah menarik perlindungan-Nya atas bangsa Israel karena ketidakadilan sosial dan penyembahan berhala. Dalam konteks kitab Amos, nubuat ini menegaskan bahwa kehebatan fisik dan kemewahan militer tidak menjamin keselamatan bagi mereka yang hidup menindas orang lain dan menolak panggilan untuk hidup menurut firman Tuhan. Ayat ini muncul sebagai bagian dari seruan sang nabi untuk pertobatan dan keadilan moral yang autentik, bukan sekadar ritual religius.
Makna pokok ayat
Ayat ini menekankan bahwa di hadapan Allah yang mahakuasa, kekuatan manusiawi—seperti kemampuan menembakkan busur, mengangkat beban berat, atau menunggang kuda—tidak dapat menjamin kelangsungan hidup seseorang. Ketika umat Allah menyimpang dari jalan adil, bahkan keunggulan militer pun tidak bisa menyelamatkan mereka dari murka-Nya. Ini adalah pertanda bahwa bangsa yang menindas sesamanya dan kehilangan integritas moral akan mengalami keruntuhan yang tak terelakkan.
Tema utama
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa lintasan terkait yang relevan:
Penekanan di bagian-bagian ini: iman yang hidup menghasilkan tindakan adil terhadap sesama; tanpa itu, kekuatan bisa menjadi jebakan dosa dan ketidakadilan.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menakar kehidupan kita hari ini? Apakah kita menimbang nilai diri dengan kemewahan, kekuasaan, atau kemampuan teknis saja, tanpa peduli pada kesejahteraan pihak lemah? Alkitab menuntun kita untuk hidup dengan integritas, memperlakukan orang lain dengan adil, dan mengutamakan kasih sebagai ukuran keberhasilan hidup di hadapan Tuhan. Pertobatan publik dan perbaikan nyata di tengah komunitas adalah respons yang konsisten dengan nubuat Amos.
Pengantar ringkas untuk pembaca
Amos 2:15 menegaskan bahwa semua bentuk kekuatan manusiawi tidak akan menyelamatkan jika hidup kita tidak selaras dengan keadilan Tuhan. Nubuat ini memanggil umat Allah untuk meninggalkan ketidakadilan, serta memperlihatkan bahwa pertahanan sejati ialah hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan dan kasih kepada sesama.
Cross-references singkat
1) Yeremia 17:5-6 — Kepercayaan pada manusia dianggap sebagai kemarau; panggilan untuk percaya kepada Tuhan. 2) Yesaya 31:1 — Kecenderungan mengandalkan pasukan sendiri dibandingkan dengan perlindungan Allah. 3) Matius 25:31-46 — Penghakiman berdasarkan kasih nyata kepada orang miskin dan lemah; tindakan sosial adalah bagian integral iman.
Catatan singkat: kutipan langsung dari komentator terkenal (jika ada dalam teks sumber publik domain) disertakan di bagian relevan dalam teks asli. Untuk edisi ini, inti pemahaman diungkapkan melalui para ahli yang menekankan integritas sosial sebagai wujud iman yang hidup.
Ringkasan singkat: Ayat Amos 2:15 memperingatkan bahwa kekuatan militer atau kemampuan fisik tidak memberi pengaman bagi mereka yang hidup tidak adil di hadapan Tuhan. Pertobatan sosial dan keadilan bagi yang lemah adalah inti panggilan nabi pada umat Israel dan relevan bagi pembaca kita sekarang.