Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 9:13 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 9:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka duduklah Mefiboset di Yeruzalem, sebab selalu juga ia makan sehidangan dengan baginda. Maka kedua belah kakinyapun timpanglah.
2 Samuel 9:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 9:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 9:7 (IDN) »
Maka titah Daud kepadanya: Jangan engkau takut; karena tak dapat tiada aku berbuat kebajikan akan dikau karena sebab Yonatan bapamu; maka aku hendak memulangkan kepadamu segala bendang Saul, nenekmu, dan selalu engkau akan makan sehidangan dengan aku.

2 Samuel 9:3 (IDN) »
Maka titah baginda: Adakah lagi orang dari pada isi istana Saul, yang boleh kuperbuat kebajikan akan dia karena Allah? Maka sembah Ziba kepada baginda: Ada, tuanku! seorang anak Yonatan, yang timpang kedua belah kakinya.

2 Samuel 9:10 (IDN) »
Sebab itu hendaklah engkau dan segala anakmu laki-laki dan segala hambamupun mengerjakan tanah itu baginya dan membawa masuk akan hasilnya, supaya anak tuanmu itu mendapat rezekinya; maka Mefiboset, anak tuanmu itu, selalu akan makan sehidangan dengan aku. Adapun pada Ziba itu adalah lima belas orang anaknya laki-laki dan dua puluh orang hambanya.
Konteks Langsung: Implikasi Kasih kepada Mephiboset
Setting segera: Setelah Daud memulihkan Yehuda dan memperlihatkan belas kasihan kepada Saul, ia menaruh perhatian pada Mephiboset, pewaris dinasti Saul yang kini hidup dalam keadaan terhormat meski lumpuh. Ayat ini menutup narasi 2 Samuel 9 dengan gambaran Mephiboset duduk di Yerusalem dan makan sehidangan dengan raja, sebuah tanda penerimaan penuh dalam istana Daud, sekaligus mengungkapkan bagaimana belas kasihan Allah bersinggungan dengan relasi manusia.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Teks menampilkan sifat kemurahan Allah melalui tindakan Daud yang mencerminkan iman kepada firman Tuhan: Allah bekerja melalui pemimpin manusia untuk memulihkan mereka yang terpinggirkan dan memberi mereka martabat. Meski Mephiboset lumpuh dan tersembunyi, Tuhan mengarahkan kebijakan manusia agar orang-orang yang dianggap rendah mendapatkan meja-Nya. Ini menegaskan bahwa perjanjian Tuhan tidak terikat pada kemampuan manusia, melainkan pada kemurahan-Nya yang menyatakan kasih-Nya kepada mereka yang lemah.
Istilah dan gambaran penting
Pandangan silang dengan sumber penafsir terkemuka
Commentary ringkas terinspirasi dari tokoh-tokoh publik-domain:
Matthew Henry menyoroti bahwa “kebaikan raja mencerminkan kebaikan Tuhan”—Daud bertindak sebagai alat Tuhan dalam memulihkan Mephiboset. Albert Barnes menekankan bahwa hubungan meja makan di istana menandai penyerahan hak istimewa bagi orang yang terpinggirkan oleh keadaan fisik. Adam Clarke menambahkan bahwa tindakan Daud membuktikan kesetiaan pada janji-Nya terhadap Saul, sambil menunjukkan bahwa belas kasihan kerajaan melanjutkan rencana Allah untuk keluarga Saul.
Ayat-ayat terkait untuk direnungkan
Beberapa referensi terkait yang relevan:
Aplikasi bagi orang percaya hari ini
Ayat ini mengajarkan bahwa kasih Allah sering bekerja melalui pemimpin yang adil untuk memulihkan mereka yang terpinggirkan. Dalam konteks gereja dan komunitas, kita dipanggil untuk melihat kelumpuhan batin dan fisik sesama sebagai alasan untuk mengundang mereka ke meja perjamuan kasih. Belas kasihan Allah menuntun kita untuk tidak membedakan orang berdasar keterbatasan, melainkan memperlakukan setiap orang sebagai bagian dari keluarga Tuhan.
Inti penutup
2 Samuel 9:13 menutup kisah pemulihan dengan Mephiboset sebagai gambaran raja yang merangkul anak buah Saul. Ini mengingatkan umat percaya bahwa hikmat kepemimpinan Allah mengubah identitas orang yang terpinggirkan dan memberi mereka tempat yang layak di hadapan-Nya.