Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 9:11 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 9:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sembah Ziba kepada baginda: Segala titah tuanku kepada patik ini, patik junjung. Maka Mefiboset itu duduklah makan sehidangan dengan baginda, seperti salah seorang putera baginda juga.
2 Samuel 9:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 9:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 19:26 (IDN) »
Maka sembahnya: Ya tuanku! hamba patik sudah menipukan patik, karena kata patik tuanku: Hendaklah seekor keledai dikenakan pelana akan daku, supaya aku mengendarainya, lalu pergi mendapatkan baginda, karena timpanglah patik tuanku ini.

2 Samuel 16:1 (IDN) »
Arakian, setelah Daud sudah turun sedikit dari atas bukit itu, tiba-tiba bertemulah dengan dia Ziba, hamba Mefiboset, dengan dua ekor keledai yang berpelana dan bermuat akan roti dua ratus ketul dan zabib seratus gumpal dan buah ara seratus gumpal dan air anggur sekirbat.

2 Samuel 19:17 (IDN) »
dan adalah seribu orang dari Benyaminpun sertanya, dan lagi Ziba, hamba orang isi istana Saul, serta dengan anak-anaknya laki-laki lima belas orang dan hambanya dua puluh orang; maka mereka itu sekalian menyeberanglah Yarden dahulu dari pada baginda.
Makna Langsung Ayat 2 Samuel 9:11
Ayat ini menegaskan bagaimana raja Daud mengangkat Mefiboset, putra Yonatan, menjadi tamu istimewa di istana. Ziba, hamba keluarga Saul, menegaskan kesetiaannya kepada raja dengan mengemukakan patuhnya, dan Daud merespons dengan menerima Mefiboset, menjadikannya seperti salah seorang putra raja sendiri, meskipun ia difisahkan sejak lama karena cacat fisik dan sifatnya sebagai keturunan Saul.
Konteks Peristilahan dan Latar Belakang
Dalam 2 Samuel pasal 9, Daud berupaya menunjukkan kasih setia kepada Yonatan, sahabatnya. Ia mencari apakah ada sisa keluarga Yonatan yang masih hidup untuk diberi kasih karunia demi janji persahabatan Yonatan kepada Daud. Ziba menyatakan bahwa Mefiboset, satu-satunya pewaris yang tersisa, berada di Lodabar dalam keadaan terasing. Ayat ini mencatat suasana pertemuan baru antara keluarga kerajaan dan pewaris Saul, menggambarkan perubahan identitas Mefiboset dari orang yang diasingkan menjadi bagian dari meja makan raja, yaitu kedudukan kemuliaan dan perlindungan.
Observasi Penafsiran Kunci
Pemaparan Tema Ringkas
Rujukan Silang yang Relevan
Penjelasan singkat atas hubungannya: Ayat-ayat silang menunjukkan pola kasih setia raja, pemulihan martabat, dan penjagaan persahabatan di antara keluarga kerajaan meski ada garis pewarisan yang rumit.
Garis Praktis yang Ringkas
Kehidupan Daud mengemukakan bahwa kasih karunia Allah yang nyata sering memulihkan orang yang terpinggirkan. Ketuaan jabatan dan harta benda bukan tujuan akhir; tujuan utamanya adalah membangun komunitas yang saling menanggung dan melindungi. Dalam konteks sekarang, kita diajak melihat bagaimana kemurahan hati bisa mengembalikan martabat orang lain dan mempererat persaudaraan meskipun ada sejarah konflik.
Acuan Pemikiran dari Tokoh-Tokoh-Public Domain
Sejumlah komentator klasik menekankan bahwa tindakan Daud adalah contoh nyata kasih karunia kenabaan yang membangun kembali hubungan yang rusak. Misalnya, pandangan Henry, Barnes, dan Clarke menyoroti unsur pengampunan, pemulihan, dan kehendak Allah yang bekerja lewat raja untuk memulihkan umat-Nya. Kutipan ringkas yang relevan: “Kasih setia mengalahkan dendam” (merujuk pada tema umum karya Henry/Barnes/Clarke); catatan-catatan ini menyoroti bahwa tindakan Daud bukan sekadar menghidupi janji manusia, tetapi juga gambaran pemerintahan yang adil dan menyelamatkan.
Penutup Singkat
Ayah Daud memilih memulihkan Mephibosheth sebagai bagian dari keluarga kerajaan bukan karena dia layak mendapat perlakuan istimewa, tetapi karena kasih karunia yang dinyatakan melalui Daud. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa hubungan antara manusia dan Tuhan juga ditandai oleh anugerah yang memulihkan identitas dan martabat setiap orang di hadapan-Nya.