Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Petrus 2:1 2 Petrus 2:2 2 Petrus 2:3 2 Petrus 2:4 2 Petrus 2:5 2 Petrus 2:6 2 Petrus 2:7 2 Petrus 2:8 2 Petrus 2:9 2 Petrus 2:10 2 Petrus 2:11 2 Petrus 2:12 2 Petrus 2:13 2 Petrus 2:14 2 Petrus 2:15 2 Petrus 2:16 2 Petrus 2:17 2 Petrus 2:18 2 Petrus 2:19 2 Petrus 2:20 2 Petrus 2:21 2 Petrus 2:22



Inti Penafsiran: Nuh sebagai Contoh Penghukuman dan Pemeliharaan oleh Tuhan
Inti utama 2 Petrus 2:5 adalah bahwa Tuhan tidak ragu menghukum dunia yang fasik, namun Ia juga memelihara orang yang benar dan menghormati jalan-Nya. Dalam konteks ini, Nuh dipresentasikan sebagai figur utama yang “memelihara jalan yang benar” di tengah korupsi zaman, sehingga dia dan keluarganya diselamatkan saat air bah menumpah atas dunia yang fasik.
Konteks Sastra dan Aliran Pemikiran
Ayat ini berada dalam bagian surat Petrus yang memperingatkan tentang kemerosotan etika di antara umat percaya dan ancaman ajaran sesat. Penulis menimbang bahwa jika Allah menghukum dunia pada masa lalu, hal itu menjadi contoh bahwa Dia berkuasa untuk menegakkan keadilan sambil tetap menjaga umat-Nya yang setia. Nuh dikenang sebagai “penganjur jalan yang benar”—model ketaatan yang menempuh jalan iman meski sikap dunia menentangnya.
Makna Teologis
Kaitan Alkitabiah
Beberapa tonggak silang ajar membantu pemahaman kita:
Penjelasan singkat untuk setiap hubung hubungan yang relevan menunjukkan pola pemeliharaan ilahi bagi yang menaruh iman pada Tuhan dan konsekuensi bagi yang menolak itu.
Pertanyaan Renungan
Kesimpulan Singkat
2 Petrus 2:5 mengingatkan bahwa Allah menghargai ketaatan meski di sekitar banyak yang menolak. Nuh menjadi teladan bagaimana iman hidup ditempatkan dalam tindakan nyata: membangun, berpegang pada firman Tuhan, dan menantikan pemeliharaan-Nya. Allah tidak membiarkan keadilan hilang; Dia juga tidak membiarkan orang benar terikat pada kefasikan dunia.
Cuplikan Referensi Penafsiran (Ringkas)
Penafsiran para tokoh pembaca alkitab berpendapat bahwa Nuh mewakili iman yang beraksi dan bahwa hukum Allah menegaskan keadilan sambil memelihara orang yang setia. Kutipan singkat karya-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke bisa menambah nuansa historis, dengan catatan bahwa kita tidak menyalin teks secara utuh di sini dan hanya merangkum esensi pandangan mereka.
Contoh intisarinya: Henry menekankan kedudukan kepercayaan pada Allah sebagai landasan tindakan Nuh, Barnes menambahkan bahwa sumpah Tuhan terhadap kefasikan dunia mengindikasikan perlunya pemupukan hidup kudus, Clarke menekankan peran anugerah dalam keselamatan bagi yang percaya.
Cross-reference: Eksodus 14: Élan Tuhan; Yohanes 3:36; Ibrani 11:7. Ketiganya menunjukkan bahwa pertukaran antara kemarahan Allah dan pemeliharaan-Nya bagi mereka yang hidup dalam iman.