Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Petrus 2:1 2 Petrus 2:2 2 Petrus 2:3 2 Petrus 2:4 2 Petrus 2:5 2 Petrus 2:6 2 Petrus 2:7 2 Petrus 2:8 2 Petrus 2:9 2 Petrus 2:10 2 Petrus 2:11 2 Petrus 2:12 2 Petrus 2:13 2 Petrus 2:14 2 Petrus 2:15 2 Petrus 2:16 2 Petrus 2:17 2 Petrus 2:18 2 Petrus 2:19 2 Petrus 2:20 2 Petrus 2:21 2 Petrus 2:22



Maksud Langsung (2 Petrus 2:14)
Ayat ini menggambarkan karakter moral yang merugikan dan tetap menahan ketekunan dalam kejahatan: mata yang penuh zinah, keengganan berhenti berdosa, serta tipu daya yang menawan bagi orang yang tidak kokoh imannya. Pelakunya digambarkan sebagai hati yang tamak dan anak-anak laknat, menunjukkan bahwa perilaku semacam itu adalah hasil dari kedagingan yang membiarkan diri dikuasai dosa dan menimbulkan konsekuensi rohani yang berat.
Latar Konteks
Surat 2 Petrus ditujukan kepada orang percaya yang dihadapkan pada bahaya ajaran sesat dan kehidupan conforme dunia. Dalam pasal 2, Petrus menegaskan bahaya para nabi palsu dan pengaruh mereka, menggambarkan mereka sebagai orang yang hidup dalam hawa nafsu, menabur kerusakan, dan menyesatkan orang lain. Ayat ini menyoroti sikap moral yang konsisten dengan ajaran sesat: kecenderungan menuju dosa, kebutaan hati, dan manipulasi untuk menggiring orang lain agar terjerat.
Interpretasi Utama
Catatan Tafsir Singkat
Beberapa penafsir alkitabiah talking tentang unsur-unsur karakter tersebut mengutip bahwa moralitas hilang, dan tindakan berbahaya menjadi praktik rutin. Oleh karena itu, surat Petrus mengimbau pembaca untuk waspada dan berpegang pada kebenaran Injil, menolak penyelewengan, dan hidup kudus meski di tengah panorama penyesatan.
Kaitannya dengan Ayat Lain
Cross-reference pendek:
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menekankan bahaya variasi penyelewengan moral dan doktrin sesat, serta pentingnya berjaga hati dan hidup kudus dalam komunitas percaya.
Kepatuhan Praktis
Pengingat penting bagi orang percaya: hidup saleh menuntut keteguhan hati terhadap godaan, penolakan terhadap manipulasi, dan komitmen terhadap integritas. Waspadai pola sinisme dan tamak yang menggeser fokus dari kasih Allah kepada diri sendiri. Doa, Firman, dan komunitas saling menguatkan diperlukan untuk menjaga hidup tetap di jalan kebenaran.
Hadapi godaan dengan pertanggungjawaban spiritual dan mengingat bahwa panggilan kita adalah hidup dalam kebenaran dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan menyesuaikan diri dengan norma yang merusak iman.
Garis besar tema: kebejatan moral yang berkelanjutan, bahaya penyelewengan, dan kebutuhan hidup kudus di tengah ancaman ajaran sesat.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Adam Clarke menekankan bahwa kejamnya tipu muslihat para pengajar palsu berasal dari kedagingan dan hawa nafsu, bukan dari kerelaan untuk tunduk pada Kristus. Albert Barnes menyoroti bahwa tamak dan zinah menumpuk dosa setelah dosa pada hati seseorang hingga menolak memendarkan terang Injil. Matthew Henry menekankan bahwa sebagaimana mata yang liar menatap untuk merusak, demikian pula ajaran palsu menyesatkan jiwa yang tidak waspada. Catatan-catatan ini disampaikan secara umum untuk memperjelas kondisi rohani yang diungkapkan Petrus.