Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Makna Ayat
2 Tawarikh 8:13 menjelaskan tata cara penyembahan yang rapi dan teratur di Bait Suci, yaitu upacara-upacara yang patut dipersembahkan setiap hari Sabat, setiap bulan baharu, dan pada hari-hari raya tertentu—termasuk tiga kali dalam setahun: raya roti tidak beragi (padat arti peringatan keluarnya bangsa Israel dari Mesir), raya asabih (Paskah) dan raya pondok daun-daunan. Ayat ini menegaskan bahwa pekerjaan ibadah harus teratur menurut perintah Musa, sesuai dengan hukum Allah, agar umat memiliki fokus pada pemikiran dan tindakan yang patut di hadapan-Nya.
Latarnya konteks
Pasal ini adalah bagian dari penjelasan tentang kegiatan Raja Salomo dalam mendirikan dan mengatur pekerjaan korban serta imam-imam, pelaksanaan ibadah rutin, dan tata cara persembahan. Poin pentingnya adalah sinkronisasi antara struktur ibadah dengan hukum Musa, sehingga ibadah bukan sekadar perasaan semata, melainkan tindakan yang teratur, terpanggil, dan bermakna rohani bagi umat.
Pengamatan interpretatif singkat
Kaitan tema dengan bagian lain (cross-references)
Hubungan-hubungan ini menunjukkan bahwa ritus ibadah dalam 2 Tawarikh 8:13 tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola kehendak Allah yang membentuk identitas komunitas beriman.
Gagasan tematik singkat
Penafsiran singkat dari tokoh-tokoh tepercaya (kutipan singkat yang relevan)
Matthew Henry menekankan bahwa ibadah yang patut adalah ibadah yang disusun menurut perintah Allah dan membawa berkat bagi bangsa. Albert Barnes menyoroti pentingnya menjaga tata ibadah agar tidak kehilangan makna rohaninya. Adam Clarke menekankan bahwa ritus-ritus ini menunjang kesalehan pribadi dan kebersamaan umat di hadapan Allah. (Rujukan ringkas: kutipan spesifik tidak disertakan dalam teks asli karena karya-karya tersebut berada dalam domain publik; ringkasannya di atas merangkum pandangan umum para komentator.)
Pemahaman praktis yang ringkas
Inti dari ayat ini adalah ajakan untuk ibadah yang terarah: dihimpun dalam pola hukum Ilahi, dilakukan dengan hati yang taat, dan membawa umat pada pengakuan akan karya Allah di antara mereka maupun di dalam sejarah keselamatan-Nya.