Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 33:1 2 Tawarikh 33:2 2 Tawarikh 33:3 2 Tawarikh 33:4 2 Tawarikh 33:5 2 Tawarikh 33:6 2 Tawarikh 33:7 2 Tawarikh 33:8 2 Tawarikh 33:9 2 Tawarikh 33:10 2 Tawarikh 33:11 2 Tawarikh 33:12 2 Tawarikh 33:13 2 Tawarikh 33:14 2 Tawarikh 33:15 2 Tawarikh 33:16 2 Tawarikh 33:17 2 Tawarikh 33:18 2 Tawarikh 33:19 2 Tawarikh 33:20 2 Tawarikh 33:21 2 Tawarikh 33:22 2 Tawarikh 33:23 2 Tawarikh 33:24 2 Tawarikh 33:25



Inti Interpretasi: Kepicikan Daud dalam doa sebelum Tuhan
Ayat ini menyoroti sikap hati Raja Manasye (Daud) yang menapak menuju doa dengan kerendahan hati, memohon hadirat Tuhan, Allah nenek moyang, dan menundukkan dirinya di hadap-Nya. Bagi pembaca Indonesia, pelajaran utamanya adalah kuasa doa yang lahir dari kerendahan hati, di mana keselamatan dan perubahan pribadi dimulai ketika manusia merendahkan diri di hadapan Tuhan yang berkuasa.
Konteks Sastra
Ayat ini muncul di tengah kisah Manasye yang sebelumnya melanggar perintah Tuhan dengan penyembahan berhala dan tindakan keji. Namun, bagian ini menampilkan momen pemulihan: seorang raja yang sadar akan ketidaklayakannya dan dengan rendah hati berdoa di hadirat Allah. Dalam konteks 2 Tawarikh 33 secara keseluruhan, fokusnya adalah pada bagaimana Tuhan merespon pertobatan dan doa yang lahir dari hati yang lembut.
Makna teologis utama
Kerendahan hati di hadirat Tuhan adalah syarat utama untuk pertolongan ilahi. Doa yang lahir dari pengakuan akan kekuasaan dan kemunafikan tidak berdaya; yang efektif adalah doa yang muncul dari sikap rendah hati, pengakuan dosa, dan ketergantungan penuh pada kasih karunia Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa meskipun masa lalu seorang pemimpin bisa panjang dan penuh kesalahan, Tuhan sanggup memulihkan melalui sikap hati yang benar di hadirat-Nya.
Kaitan teologis dengan tema Alkitabiah lainnya
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi silang yang relevan menekankan pola yang sama: (1) doa yang lahir dari pengakuan dosa dan kerendahan hati, (2) pemulihan atau pembaruan bangsanya melalui respons ilahi. Contoh lebih lanjut dalam Kitab Mazmur dan kitab-kitab sejarah menggambarkan bahwa pertobatan pribadi memicu pembaruan moral dan spiritual bagi bangsa.
Pertanyaan reflektif
Penutup singkat
Ayat ini mengajarkan kita bahwa kerendahan hati membuka pintu anugerah Tuhan. Pertobatan yang sejati tidak hanya menyesali masa lalu, tetapi menaruh diri sepenuhnya di hadapan Tuhan yang berkuasa untuk melakukan pemulihan.
Rujukan silang
1) Ayub 42:6 – Pengakuan diri di hadapan Allah sebagai langkah pemulihan. 2) Mazmur 51 – Doa pertobatan yang lahir dari kerendahan hati. 3) Yakobus 4:6 – Allah menentang orang sombong, memberikan kasih karunia kepada yang rendah hati. Penjelasan singkat: masing-masing menegaskan bahwa kerendahan hati adalah landasan hubungan yang benar dengan Tuhan dan sumber kekuatan untuk pemulihan pribadi maupun komunitas.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are not directly quoted in full here; jika ada kutipan singkat tersedia, akan dicatat secara spesifik di bagian catatan kutipan.