Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 22:7 (IDN) — Penjelasan singkat dalam konteksnya
Tema sentral
Tiga pokok pembelajaran
Cross-references (refleksi singkat)
- 1 Samuel 2:3 dan bagian lain menunjukkan bagaimana Allah membentuk jalan raja untuk melaksanakan rencana-Nya, meskipun manusia tidak selalu memahami jalannya. Penekanan: Tuhan mengatur tokoh-tokoh sejarah untuk memuluskan tujuan-Nya.
- 2 Samuel 7 dan kisah Ahab menunjukkan konsekuensi berkelanjutan atas perbuatan masa lalu yang berulang-ulang menuntun ke penegasan keadilan Allah terhadap tindakan dosa. Penekanan: Keadilan Allah tidak terbatas pada satu masa, melainkan melibatkan generasi.
- 2 Tawarikh 24:20–22 menyiratkan bagaimana murka Tuhan terhadap penyelewengan dapat menuntun ke intervensi radikal dalam garis keturunan, sebagaimana yang terlihat di bagian ini.
Refleksi praktis
Pembaca diajak melihat bagaimana tindakan kita hari ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang. Namun, kita juga didorong untuk bersandar pada kendali Tuhan yang penuh hikmat, memperbaiki jalan hidup di tengah kebingungan politik maupun tekanan keluarga. Dalam masa-masa sulit, kita bisa meneladani kesiapsediaan untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan berusaha hidup setia meski situasi menguji iman.
Inti penutup
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan tidak jauh dari sejarah manusia. Ia mengizinkan peristiwa terjadi, memakai tokoh-tokoh yang ada untuk menghimpun konsekuensi atas kejahatan masa lalu, dan pada akhirnya menegakkan keadilan-Nya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa rencana Tuhan lebih tinggi daripada rencana manusia, dan keadilan-Nya mengatur jalannya sejarah dengan cara-Nya yang bijaksana.
Catatan singkat dari sumber tafsiran publik domain: para komentator berpendapat bahwa peristiwa ini menunjukkan takdir Allah yang melibatkan raja-raja dunia dalam pelaksanaan rencana-Nya, serta memperingatkan tentang dampak dosa yang menular lewat garis keturunan. ( referensi interpretasi umum seperti Henry, Barnes, Clarke; kutipan singkat tersedia bila relevan dalam konteks rujukan teks.)