Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36

2 Tawarikh 16:13 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini bagian dari catatan mengenai raja Asa, yang memerintah di Yehuda. Setelah menghadapi serangan dan tindakan nabi Naatan yang menyampaikan teguran, Asa jatuh dalam tindakan yang bertentangan dengan iman: ia menaruh kepercayaan pada aliansi manusia alih-alih pada Tuhan. Ayat ini mencatat kematian Asa dengan singkat, mengasumsikan masa tuanya sebagai akibat dari pilihan tersebut dan menempatkannya dalam garis pewarisan raja yang panjang. Dalam konteks kitab Tawarikh, fokusnya bukan pada detail perang, melainkan pada contoh perorangan dalam ketaatan atau ketidaktaatan kepada Allah serta konsekuensinya bagi umat dan harapan di masa depan bangsa Israel.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Asa meninggal pada usia yang lanjut, tepatnya pada tahun ke-41 masa pemerintahannya. Secara teologis, catatan ini menekankan bahwa meskipun Asa pernah berbuat baik, kegagalannya mengikuti pimpinan Tuhan hingga akhir hayat mencerminkan perlunya konsistensi iman. Dalam tradisi Tafsiran, ini dipahami sebagai pengingat bahwa keteguhan dalam iman bukan sekadar momen keberanian di masa krisis, tetapi pola hidup yang berkelanjutan.
dua sampai tiga tema kunci
hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Berikut beberapa referensi silang yang relevan untuk memahami tema iman dan ketergantungan kepada Tuhan:
refleksi praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai pola iman pribadi. Apakah kita mengandalkan Tuhan secara berkelanjutan dalam setiap keputusan besar maupun kecil? Ketaatan yang konsisten menumbuhkan keamanan rohani, sementara ketergantungan pada jalur duniawi bisa melemahkan pengabdian kita kepada Tuhan. Dalam doa, mintalah hikmat untuk tetap mengikuti pimpinan-Nya, terutama saat keadaan tidak menentu.
Ringkasan penutup
2 Tawarikh 16:13 menempatkan Asa dalam rangkaian kisah raja-raja Yehuda sebagai contoh penting tentang perlunya kesetiaan berkelanjutan kepada Tuhan. Meskipun Asa pernah berbuat baik, catatan ini menekankan bahwa iman sejati memurnikan hidup hingga akhir. Keterkaitan antara iman, kebijaksanaan, dan ketaatan dimaksudkan untuk membentuk umat yang bergantung sepenuhnya pada Allah di setiap masa.
Pertautan pandangan teologis gereja klasik
Beberapa penafsir publik-domain menyoroti bahwa kehormatan seseorang di mata Tuhan dipakai sebagai pelajaran etika: kehendak manusia bisa beralih, tetapi panggilan untuk taat kepada Allah tetap menjadi standar utama. Jika ada kutipan singkat yang relevan dari tokoh teologi lama, hal itu dapat disadur dalam konteks ini tanpa menyalin teks utuh berikut: "Ketaatan pada Tuhan adalah jalan keselamatan bagi umat, dan konsistensi iman adalah cacat yang paling mempengaruhi arah hidup." (parafrase berdasarkan pola komentar para penafsir historis; tidak menyalin kutipan penuh).