1 Samuel 21:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Lalu diberikanlah oleh imam akan dia roti yang suci itu, sebab tiada roti lain, melainkan roti tunjukan yang sudah diangkat dari hadapan hadirat Tuhan, supaya ditaruh roti baharu akan gantinya pada masa yang lain itu diangkat.

Ayat sebelumnya
« 1 Samuel 21:5
Ayat berikutnya
1 Samuel 21:7 »

1 Samuel 21:6 Tafsiran ayat Alkitab

I Samuel 21:6 (IDN): Roti Suci di Rumah Imam

Mercusuar utama pasal ini adalah situasi Imam Ahimelekh yang memberi Daud roti roti suci, sesudah roti tunjukan telah rusak digantikan. Ayat ini menampilkan tema kebutuhan manusia (Daud) yang melintasi larangan ritual untuk memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak, sambil menegaskan kesetiaan dan kepatuhan terhadap hukum Allah dalam situasi darurat.

Pembahasan ayat dalam konteks pasal

Dalam 1 Samuel 21 pasal ini, Daud bersembunyi dari Raja Saul dan mencari dukungan rohani serta pangan di kemah imam. Imam Ahimelekh memberikan roti suci kepada Daud, karena roti tunjukan telah diangkat untuk diganti dengan roti baru. Secara hukum, roti roti tunjukan hanya boleh dimakan oleh imam (keluarga pelayan Bait Suci) di hadapan Tuhan. Namun dalam keadaan darurat—kelaparan yang dialami Daud dan budaknya—kebijaksanaan imam mengimbanginya dengan belas kasih terhadap kebutuhan manusia yang sah, tanpa melanggar prinsip inti ibadah, karena roti itu hanya suci bagi orang-orang yang bekerja di hadirat Tuhan.

Gagasan inti rohani

Pokok utamanya adalah bahwa Allah berbelas kasih terhadap kebutuhan manusia, dan hukum-Nya dapat diterapkan dengan hikmat. Imam tidak melepaskan batas ritual sepenuhnya; ia tetap menjaga kesucian roti roti tunjukan sambil memberi Daud keperluan fisik yang kritis. Kisah ini menggarisbawahi bahwa kemanusiaan dan ketaatan kepada Allah tidak saling bertentangan ketika dilemparkan pada keadaan sulit.

Referensi silang yang relevan

  • 2 Samuel 9:7–13 — Kembali menyinggung ketidakmungkinan semua orang berhak menerima roti yang suci; namun hukum ketaatan Allah menyiratkan belas kasih untuk pihak yang membutuhkan.
  • Matius 12:3–4 — Yesus menimbang hukum sabat dan kebutuhan manusia; menunjukkan bahwa kasih dan ketaatan hati kepada Allah sering menuntut interpretasi bijaksana terhadap hukum ritual.
  • Keluaran 25:30; Imamat 24:5–9 — Iftaq dinilai sebagai konteks tata cara roti tunjukan dan fokus pada pemeliharaan ibadah di hadirat Tuhan.

Pelajaran utama yang bisa diterapkan

Beberapa pelajaran praktis muncul: pertama, belas kasih Allah bekerja melalui umat-Nya yang mengikuti prinsip-prinsip firman sambil mempertimbangkan kebutuhan sesama. Kedua, keputusan imam Ahimelekh menunjukkan integritas dalam menghadapi situasi darurat: menjaga kesucian ritual sambil tidak mengabaikan manusia yang lapar. Ketiga, kita diajak menilai bagaimana kita menyeimbangkan kewajiban rohani dengan kebutuhan sesama dalam situasi sulit.

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari

Dalam menghadapi pilihan sulit, kunci kebijaksanaan adalah mempertahankan prinsip rohaniah tanpa mengorbankan belas kasih. Bila keadaan menuntut tindakan cepat, kita bisa mencari jalan yang menghormati nilai-nilai iman sambil merespons kebutuhan sesama secara tepat. Contoh praktisnya: menilai batasan hukum Allah yang relevan dengan kebutuhan mendesak, menggunakan hikmat rohani untuk menentukan langkah yang paling membangun bagi komunitas percaya.

Inti penutup

Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui umat-Nya dengan cara yang berimbang: menjaga kemuliaan-Nya sambil merangkul keperluan manusia. Daud diberi makan roti suci karena situasi darurat—sebuah contoh bagaimana kasih Allah menuntun tindakan manusia tanpa meniadakan garis-garis suci ibadah.

Catatan singkat mengenai kutipan para komentator klasik

Dalam karya klasiknya, Matthew Henry menyoroti bahwa tindakan imam tetap menjaga martabat hukum sambil menolong Daud. Albert Barnes menekankan bahwa hukum roti tunjukan memiliki tujuan utama pemeliharaan ritual, namun bisa berkurang kekakuannya ketika keadaan memperlihatkan kebutuhan manusia yang sah. Adam Clarke menambahkan nuansa bahwa hukum tetap hukum, tetapi belaskasih Allah dioperasikan lewat kebijakan manusia ketika iman dan kebutuhan beriringan. Penafsiran-penafsiran ini membantu membangun gambaran bagaimana hukum Yahudi beroperasi di bawah mata belas kasih ilahi.

Rujukan silang inti: lihat juga referensi tentang bagaimana hukum ritual berinteraksi dengan kebutuhan manusia dalam konteks ibadah dan belas kasih Allah.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Samuel 21:6 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Lukas 6:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Lukas 6:3 (IDN) »
Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Belumkah lagi kamu membaca barang yang diperbuat oleh Daud tatkala ia lapar dan segala orang yang beserta dengan dia?

Imamat 24:5 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 24:5 (IDN) »
Dan lagi hendaklah engkau mengambil tepung halus, bakarkanlah roti dua belas ketul dari padanya, tiap-tiap roti itu dari pada dua perpuluhan.

Matius 12:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Matius 12:3 (IDN) »
Tetapi kata Ia kepada mereka itu, "Belumkah kamu membaca barang yang diperbuat oleh Daud, tatkala ia lapar dan segala orang yang beserta dengan dia,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab