1 Samuel 21:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka sekarangpun, apakah di bawah tanganmu? Berikanlah kiranya roti lima ketul kepadaku atau barang makanan lain yang terdapat itu.

Ayat sebelumnya
« 1 Samuel 21:2
Ayat berikutnya
1 Samuel 21:4 »

1 Samuel 21:3 Tafsiran ayat Alkitab

Roti Lima Ketul di Hadapan Daud (1 Samuel 21:3)

Bagian ini berada pada perjalanan Daud ketika ia melarikan diri dari Saul. Di tengah keadaan terdesak, Daud bertemu dengan Imam Ahimelekh di Nob. Teks ini menyoroti pertanyaan praktis tentang kebutuhan fisik saat menghadapi ancaman dan bagaimana iman, kebijaksanaan, serta tanggung jawab moral berinteraksi dalam situasi darurat.

Ayat kunci dalam konteks pasal

Ayat ini mengundang kita memperhatikan permintaan Daud kepada imam: “Maka sekarangpun, apakah di bawah tanganmu? Berikanlah kiranya roti lima ketul kepadaku atau barang makanan lain yang terdapat itu.” Dalam situasi genting, Daud meminta makanan yang ada sebagai dukungan hidup untuk melanjutkan pelarian. Imam memberikan roti yang khusus disediakan untuk para imam, menunjukkan bahwa cara pemenuhan kebutuhan bisa terkait dengan konteks ibadah dan tata cara suci di tempat itu.

Pemikiran utama ayat

  • Keadaan darurat tidak otomatis membatalkan kebutuhan umum; namun hal-hal ibadah dan hukum memberi batas moral pada pertolongan yang diperoleh.
  • Iman menuntun pada tindakan praktis: kebutuhan fisik dipenuhi tanpa mengabaikan integritas iman dan institusi suci pada saat itu.

Teladan dari tafsiran para komentator (ringkas)

Beberapa penafsir alkitab menggarisbawahi bahwa roti yang diminta terkait dengan keadaan darurat. Dalam karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, perhatian utama adalah keseimbangan antara kebutuhan manusia dan ketaatan terhadap hukum suci. Mereka menekankan bahwa meski roti itu secara biasa hanya untuk imam, keadaan memanggil pertimbangan praktis untuk menyelamatkan nyawa Daud. Pernyataan-pernyataan para komentator ini membantu pembaca mengerti bahwa hukum Tuhan bergaung dalam konteks kasih, kebijaksanaan, dan belas kasihan pada saat kritis. (Pernyataan singkat yang relevan dari para komentator: Henry menekankan kebutuhan manusia dalam konteks iman; Barnes menyoroti ketaatan hukum yang diimbangi belas kasih; Clarke menekankan realitas situasi yang memerlukan penyesuaian hukum untuk tujuan Tuhan.)

Kaitannya dengan bagian lain

Cross-reference singkat: - 1 Samuel 20:29, tentang roti kebenaran yang disediakan di Kemah Suci sebagai bagian dari ibadah, menyoroti kedudukan roti sebagai simbol pemeliharaan ilahi. - 1 Samuel 22:7-9, ketika Daud berbahaya dan Imam Ahitofel siap memberikan saran; memperlihatkan dinamika antara perlindungan ilahi dan konsekuensi hukum manusia. - Matius 12:3-4, di mana Yesus menyinggung tata cara roti untuk imam sebagai konteks hukum Sabat; menegaskan bahwa belas kasihan kadang melampaui teknis hukum.

Penerapan praktis

Beberapa pelajaran yang relevan: - Dalam keadaan darurat, kebutuhan dasar (makanan, perlindungan) bisa menjadi prioritas sambil tetap menghormati martabat institusi rohani. - Kebijaksanaan ilahi sering menggabungkan kejujuran, integritas, dan belas kasihan; tindakan kita perlu berlandaskan pada prinsip-prinsip kasih Tuhan. - Jangan membatasi Allah pada kepatuhan formal semata jika ada peluang untuk melindungi hidup orang lain tanpa melanggar prinsip utama iman.

Inti pesan dan aplikasi sosial-rohani

Ayat ini mengajak pembaca melihat bagaimana iman bekerja dalam praktik dunia nyata: menjaga hidup tanpa mengorbankan komitmen kepada Tuhan dan hukum-Nya. Daud menempatkan diri sebagai manusia beriman yang tetap mengandalkan pemeliharaan Tuhan sambil menerima bantuan manusia di sekitarnya. Hal ini menuntun kita untuk menilai bagaimana kita memberi pertolongan kepada sesama: dengan kebijaksanaan, kebersediaan, dan kepatuhan pada nilai-nilai kebenaran.

Ringkasan

Ayat 1 Samuel 21:3 menampilkan momen singkat di mana kebutuhan material bertemu dengan konteks ibadah. Daud meminta roti lima ketul sebagai bagian dari pelarian; imam menyediakan apa yang tersedia dengan memperhatikan hukum yang berlaku. Tafsiran para komentator lama menekankan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan tata kelola ritual, menawarkan panduan bagi kita untuk bertindak bijaksana ketika menghadapi tekanan hidup tanpa mengurangi komitmen kepada Tuhan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Samuel 21:3 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hakim-hakim 9:29 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Hakim-hakim 9:29 (IDN) »
Jikalau kiranya orang sekalian ini adalah dalam kuasaku, niscaya kunyahkan si Abimelekh. Maka katanya kepada Abimelekh: Himpunkanlah suatu tentara yang besar, mari keluarlah engkau!

1 Samuel 21:4 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Samuel 21:4 (IDN) »
Maka sahut imam itu kepada Daud, katanya: Tiada padaku roti sebarang, melainkan roti suci juga yang ada, jikalau sahaja orang-orang muda itu sudah menahankan dirinya dari pada perempuan.

Yesaya 3:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 3:6 (IDN) »
Pada masa itu seorang akan memegang seorang saudaranya dalam rumah bapanya, serta katanya: Padamu adalah sehelai baju, jadilah kiranya engkau penghulu kami, hendaklah engkau menahankan kerobohan ini.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab