Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Samuel 1 1 Samuel 2 1 Samuel 3 1 Samuel 4 1 Samuel 5 1 Samuel 6 1 Samuel 7 1 Samuel 8 1 Samuel 9 1 Samuel 10 1 Samuel 11 1 Samuel 12 1 Samuel 13 1 Samuel 14 1 Samuel 15 1 Samuel 16 1 Samuel 17 1 Samuel 18 1 Samuel 19 1 Samuel 20 1 Samuel 21 1 Samuel 22 1 Samuel 23 1 Samuel 24 1 Samuel 25 1 Samuel 26 1 Samuel 27 1 Samuel 28 1 Samuel 29 1 Samuel 30 1 Samuel 31



1 Samuel 21:2 (IDN) — Makna Ayat
Inti arti ayat ini: Daud berbohong dengan merujuk kepada titah Raja Saul melalui imam Akhimelekh, menyatakan bahwa ia telah diberi perintah yang tidak boleh diketahui orang, agar rombongannya tidak terpapar. Ayat ini menyoroti keputusasaan Daud saat melarikan diri dan kecenderungan untuk menutupi keadaan yang sebenarnya demi melindungi pengikutnya.
Latar Konteks
Sebelum kejadian ini, Daud telah menolak dirinya sebagai ancaman bagi orang Israel dan berusaha menghindari pertempuran langsung dengan Saul. Dalam pelarian, ia mencari perlindungan di tempat-tempat suci dan di antara orang-orang yang bisa dipercaya. Di sini, ia bertemu imam Akhimelekh di Nob. Daud sadar bahwa ia dan pengikutnya sedang dicari oleh Saul, sehingga ia membuat pernyataan samar yang seolah-olah menerima perintah langsung, untuk mengamankan rencana mereka yang tersembunyi.
Observasi Penafsiran
Rangkaian Teks terkait
Beberapa rujukan lintas yang relevan:
Interpretasi singkat: pernyataan Daud mencerminkan ketakutan manusiawi akan bahaya, tetapi juga mengangkat pertanyaan etika tentang kejujuran dalam konteks perlindungan komunitas.
Inti tema dalam bentuk praktis
Kait Alkitabiah singkat
Coretan dari tokoh penafsir publik domain menunjukkan bahwa Daud berusaha menjaga amanah pengikutnya sambil menghadapi ancaman terhadap dirinya sendiri. Matthew Henry menyoroti pentingnya berhati-hati terhadap tipu daya, Albert Barnes menekankan dilema moral pelarian, sementara Adam Clarke menyoroti konteks hukum ritual dan perlindungan niat baik di balik tindakan.)
Inti nasihat praktis
Bayangkan situasi serupa: ketika dihadapkan pada bahaya, kejujuran terhadap orang lain bisa teruji. Berusaha melindungi sesama tidak selalu meniadakan pentingnya kejelasan, sehingga kita perlu bijaksana dalam membatasi informasi tanpa mengorbankan integritas pribadi dan iman kepada Tuhan.