Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Petrus 3:1 1 Petrus 3:2 1 Petrus 3:3 1 Petrus 3:4 1 Petrus 3:5 1 Petrus 3:6 1 Petrus 3:7 1 Petrus 3:8 1 Petrus 3:9 1 Petrus 3:10 1 Petrus 3:11 1 Petrus 3:12 1 Petrus 3:13 1 Petrus 3:14 1 Petrus 3:15 1 Petrus 3:16 1 Petrus 3:17 1 Petrus 3:18 1 Petrus 3:19 1 Petrus 3:20 1 Petrus 3:21 1 Petrus 3:22



Makna Doa dan Kedudukan Kristus: 1 Petrus 3:22 (IDN)
Inti ayat ini adalah pengakuan bahwa Kristus telah bangkit, naik ke sorga, dan duduk di kanan Allah, sehingga segala malaikat, kuasa, dan perintah tunduk kepada-Nya. Artinya: kedudukan-Nya yang berkuasa menjadi pangkal untuk memerintah alam semesta dengan hikmat-Nya, bagi peneguhan umat-Nya dan penyajian kehendak Bapa.
Latar belakang konteks
Surat 1 Petrus ditujukan kepada gereja yang hidup dalam pergumulan penganiayaan dan tekanan sosial. Ayat ini menutup bagian pembuktian kemuliaan Kristus melalui sengsara-Nya dan kebangkitan-Nya, lalu menegaskan posisi-Nya sebagai Penguasa di atas semua kuasa. Dalam konteks Surabaya iman para pembaca, pernyataan ini berfungsi sebagai jaminan: menghadapi penderitaan tidak berarti Kristus kehilangan kendali; sebaliknya, Kristus yang telah naik ke sorga tetap berkuasa atas segala kekuatan dunia.
Observasi interpretatif kunci
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penutupan praktis
Ketika menghadapi persahatan, pengucapan keyakinan bahwa Kristus telah naik dan duduk di kanan Bapa dapat memperkuat keberanian iman kita. Kita dipanggil hidup secara tunduk pada Raja segala raja—ikut serta dalam karya-Nya yang memfokuskan kasih, keadilan, dan pemulihan bagi sesama.
Catatan editorial
Quotations dari para komentator publik domain bukan bagian utama teks; jika ada, akan dicantumkan secara singkat. Dalam penafsiran ini, disampaikan dalam bahasa Indonesia yang natural dan relevan bagi pembaca.IDN.
Garis besar gaya interpretasi mengikuti pola: makna inti → konteks → observasi utama → tema → referensi lintas singkat → nalar praktis.