Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Petrus 3:1 1 Petrus 3:2 1 Petrus 3:3 1 Petrus 3:4 1 Petrus 3:5 1 Petrus 3:6 1 Petrus 3:7 1 Petrus 3:8 1 Petrus 3:9 1 Petrus 3:10 1 Petrus 3:11 1 Petrus 3:12 1 Petrus 3:13 1 Petrus 3:14 1 Petrus 3:15 1 Petrus 3:16 1 Petrus 3:17 1 Petrus 3:18 1 Petrus 3:19 1 Petrus 3:20 1 Petrus 3:21 1 Petrus 3:22



Petrus 1:3:20 (IDN) — Inti Pokok: Pemanjangan Sabar Allah dan Pembaruan melalui Bahtera Nuh
Inti interpretatif: Allah menunjukkan kesabaran-Nya yang agung dalam menutupi kemarahan-Nya terhadap umat manusia yang durhaka, sambil mempersiapkan jalan penyelamatan bagi sekelompok manusia yang setia. Kisah Nuh menjadi contoh nyata bagaimana Allah menjaga umat-Nya melalui ketaatan, iman, dan karya penyelamatan-Nya meskipun keadaan di sekitar mereka kelihatan penuh keputusasaan.
Latar sastra dan konteks literer
Ayat ini berfungsi sebagai keterangan dalam konteks nasihat Petrus tentang godaan, penderitaan, dan pertentangan terhadap iman. Dalam bingkai naratif air bah, kata-kata “yang dahulu durhaka” menekankan realitas manusia yang menolak Allah sebelumnya, lalu Allah mendatangkan sabar-Nya dengan menyediakan bahtera bagi delapan jiwa yang selamat. Imam-imam penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menonjolkan bahwa fokus teks bukan sekadar angka delapan, melainkan pola keselamatan Allah yang berlandaskan iman dan ketaatan Noah serta keluarganya.
Signifikansi teologis
Cross-references yang relevan
Pertanyaan reflektif
Pengamatan beriringan
Para penafsir klasik menyejajarkan makna kebijaksanaan Allah yang menunda murka dengan tindakan penyelamatan melalui ketaatan. Sebagai contoh, satu kutipan ringkas yang relevan: “Allah sabar untuk memberi kesempatan kepada orang berdosa,” yang membantu menekankan nada nasihat Petrus: iman yang hidup diuji melalui kesabaran Tuhan.
Penutup singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pembaharuan manusia terjadi melalui kerja kasih Allah, yang menunda murka-Nya agar manusia dapat menanggapi panggilan-Nya. Kisah Nuh menjadi teladan nyata bahwa iman, ketaatan, dan perlindungan ilahi berjalan seiring. Dalam konteks Petrus, kita diingatkan untuk tetap berharap dan berpegang pada Kristus meski dunia ini menantang iman kita.