Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 5:1 1 Raja-raja 5:2 1 Raja-raja 5:3 1 Raja-raja 5:4 1 Raja-raja 5:5 1 Raja-raja 5:6 1 Raja-raja 5:7 1 Raja-raja 5:8 1 Raja-raja 5:9 1 Raja-raja 5:10 1 Raja-raja 5:11 1 Raja-raja 5:12 1 Raja-raja 5:13 1 Raja-raja 5:14 1 Raja-raja 5:15 1 Raja-raja 5:16 1 Raja-raja 5:17 1 Raja-raja 5:18



Inti Makna (1 Raja-raja 5:5, IDN)
Ayat ini menegaskan rencana Allah untuk membangun sebuah rumah bagi nama Tuhan melalui Salomo, yang akan menggantikan ayahnya Daud di atas tahta. Makna utamanya adalah pemerintahan Allah yang dinyatakan secara konkret melalui pembangunan Bait Allah, sebagai tempat penyembahan yang berpusat pada umat Israel dan simbol kehadiran-Nya di tengah bangsa itu.
Latar konteks singkat
Peristiwa ini terjadi dalam persiapan Salomo untuk membangun Bait Suci di Yerusalem. Daud, meski tidak dibolehkan membangun rumah Tuhan karena terlalu banyak peperangan yang ia lakukan, menerima janji ilahi bahwa anaknya kelak akan menggantikan tahta dan membangun rumah untuk nama Tuhan. Ini menggambarkan kesinambungan rencana Tuhan dari masa Daud hingga Salomo, dan bagaimana tujuan ilahi berpusat pada kemuliaan nama-Nya.
Observasi interpretatif
Tema-tema utama
Ayat silang yang relevan (penjelasan singkat)
2 Samuel 7:12-13 (janji Allah kepada Daud tentang keturunan dan pendirian rumah-Nya) — memperjelas kesinambungan antara janji perjanjian dan realisasi di masa Salomo.
1 Tawarikh 22:9-10 (Salomo akan menjadi ayah dan membangun rumah bagi nama Tuhan) — menguatkan motifik keniscayaan penggenapan janji dalam konteks peribadatan nasional.
Yeremia 33:18 (ketetapan bagi imam dan umat untuk beribadah di tempat itu) — menekankan bahwa rumah Tuhan adalah pusat penyembahan yang abadi bagi umat-Nya.
Ayat rujukan singkat (penjelasan koneksi)
Hubungan dengan janji Allah kepada Daud menjadi bingkai utama ayat ini. Keluaran Salomo untuk membangun rumah menunjukkan realisasi janji ilahi dalam bentuk institusi ibadah nasional. Selain itu, arah sejarah kitab-kitab Raja-raja menyoroti bagaimana penyataan nama Tuhan memengaruhi identitas bangsa Israel.
Tafsiran praktis yang ringkas
Ketika Allah menegaskan rencana-Nya untuk berdiam di tengah umat-Nya, panggilan umat adalah menghormati kehadiran-Nya melalui hidup berdasarkan ketaatan dan pemeliharaan penyembahan yang benar. Rumah Tuhan di sini menjadi simbol komitmen umat untuk hidup bagi kemuliaan nama-Nya, bukan marah pada keinginan manusia semata.
Catatan singkat tentang sumber tafsiran klasik
Ringkasan ini menyerap nuansa dari tafsiran klasik yang menekankan hubungan antara janji Allah kepada Daud dan penggenapannya melalui Salomo; menambahkan nuansa umum dari karya komentar yang berusia lama seperti yang ditemukan pada karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, tanpa menambahkan kutipan panjang yang tidak diperlukan.
Penutup
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan rumah Tuhan adalah kemuliaan nama-Nya. Pembangunan fisik menandai pelaksanaan rencana ilahi dalam konteks sejarah Israel, di mana ibadah, janji, dan pemerintahan saling terkait dalam pewahyuan Allah yang setia.