Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 5:1 1 Raja-raja 5:2 1 Raja-raja 5:3 1 Raja-raja 5:4 1 Raja-raja 5:5 1 Raja-raja 5:6 1 Raja-raja 5:7 1 Raja-raja 5:8 1 Raja-raja 5:9 1 Raja-raja 5:10 1 Raja-raja 5:11 1 Raja-raja 5:12 1 Raja-raja 5:13 1 Raja-raja 5:14 1 Raja-raja 5:15 1 Raja-raja 5:16 1 Raja-raja 5:17 1 Raja-raja 5:18


1 Raja-raja 5:11 (IDN) — Tafsiran Ringkas
Ayat ini menempati bagian laporan persiapan pembangunan Bait Allah oleh Raja Sulaiman. Setelah membentuk aliansi dengan Hiram, raja Tirus, Sulaiman menerima bahan-bahan penting untuk proyek bangsanya: gandum sebagai biaya isi istananya dan minyak tumbukan sebagai kebutuhan peralatan. Ayat ini menekankan dua hal: hubungan damai dengan tetangga berkuasa dan ketertiban logistik dalam upaya besar membangun rumah Tuhan.
Makna inti
Jumlah gandum dua puluh ribu pikul dan minyak tumbukan dua puluh pikul menggambarkan kemitraan ekonomi antara Israel dan Tirus. Proyek besar Sulaiman memerlukan persediaan makanan dan bahan bakar untuk kerja paksa maupun makan para pekerja. Ini menunjukkan integrasi antara raja yang memiliki daya beli dan pihak luar yang menyediakan bahan konstruksi melalui jaringan perdagangan internasional pada masa itu.
Kunci tema
Hubungan dengan bagian lain (cross-references)
- 2 Tawarikh 2:4-10 menegaskan kembali rencana Salomo untuk membangun Bait Allah dan persiapan materialnya, termasuk kerjasama dengan pihak luar. Penekanan: kerja sama internasional sebagai bagian dari kuasa kerajaan Yehuda.
- 2 Tawarikh 8:14-16 menggambarkan penyimpanan dan penggunaan bahan dari kegiatan ibadah harian serta upacara di Bait Allah, menekankan integrasi logistik dengan ibadah (sebagai konsekuensi dari persiapan besar). Penekanan: tata kelola material dalam konteks kultus.
- 1 Raja-raja 4:27-28 menyinggung penyediaan makanan untuk para pejabat dan pekerja. Penekanan: kebutuhan logistik kerajaan meluas ke seluruh jaringan administrasi.
Aplikasi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa karya besar untuk kemuliaan Tuhan membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk dukungan material dan hubungan yang sehat dengan pihak lain. Dalam kehidupan iman kita, kita diajak melihat bagaimana Tuhan memberdayakan umat-Nya melalui jaringan manusia—keluarga, komunitas gereja, dan mitra kerja—untuk menyediakan kebutuhan praktis dalam menjalankan visi-Nya.
Pandangan singkat dari tokoh penafsir yang relevan
Para penafsir klasik menekankan bahwa persediaan dan logistik merupakan bagian yang tidak kalah penting dari karya rohani. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kehati-hatian diperlukan agar hubungan dengan pihak luar tidak menggeser fokus pada penyembahan kepada Allah. Walau ayat ini tidak menyorot budaya mora, masih tepat untuk melihat bagaimana kehendak Allah bekerja melalui reliansi manusia dalam rencana-Nya.
Renungan singkat
Ketika kita memiliki rencana besar bagi kemuliaan Tuhan, kita perlu menyelaraskan niat dengan aliran kerja yang teratur: perencanaan, sumber daya, dan hubungan yang etis. Allah dapat memakai biaya dan logistik manusia untuk mewujudkan tujuan-Nya, asalkan hati kita diarahkan kepada-Nya.
Kesimpulan singkat
1 Raja-raja 5:11 menegaskan bahwa persiapan membangun tempat ibadah memerlukan dukungan material dari komunitas internasional. Aliansi yang damai dan manajemen sumber daya yang bijaksana menjadi landasan bagi kerja besar Sulaiman, yang pada akhirnya memuliakan Allah lewat pembangunan rumah-Nya.