Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 5:1 1 Raja-raja 5:2 1 Raja-raja 5:3 1 Raja-raja 5:4 1 Raja-raja 5:5 1 Raja-raja 5:6 1 Raja-raja 5:7 1 Raja-raja 5:8 1 Raja-raja 5:9 1 Raja-raja 5:10 1 Raja-raja 5:11 1 Raja-raja 5:12 1 Raja-raja 5:13 1 Raja-raja 5:14 1 Raja-raja 5:15 1 Raja-raja 5:16 1 Raja-raja 5:17 1 Raja-raja 5:18



1 Raja-raja 5:17 (IDN) — Penyiapan batu-batu untuk rumah Tuhan
Raja Salomo melanjutkan pembangunan Bait Allah yang direncanakan Daud. Pada ayat ini diceritakan bahwa raja memerintahkan orang-orangnya menggali batu besar-besar sebagai gumpal batu untuk menjadi alas (fondasi) rumah tersebut. Perintah ini menunjukkan perhatian terhadap kekuatan fondasi dan kestabilan bangunan, serta pemanfaatan batu pahat yang dipahat dengan teliti untuk memenuhi standar arsitektur yang megah namun kukuh.
Maksud utama ayat
Ayat ini menyoroti tahap persiapan material utama untuk Bait, yaitu batu-batu besar yang dipahat rapi. Mereka bukan sekadar batu biasa, melainkan bagian dari upaya membangun tempat ibadah yang kukuh dan dapat bertahan lama. Perintah untuk menggali batu-batu besar memperlihatkan disiplin kerja, kerja sama tenaga, dan kehendak Allah yang memimpin perencanaan pembangunan di tengah umat-Nya.
Gagasan kunci
Rujukan lintas yang relevan
Beberapa bagan komparatif yang membantu menyusun makna ayat ini:
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai fondasi hidup rohani kita. Apakah kita membangun di atas iman kepada Kristus, atau berjalan dengan fondasi yang rapuh? Pekerjaan rohani—doa, studi firman, dan layanan—memerlukan perencanaan teliti serta kerja keras. Seperti batu-batu yang dipahat, kualitas hidup kita perlu diproses agar dapat menjadi bagian yang kokoh bagi rumah Allah.
Inti pesan bagi pembaca
Ketika kita beribadah kepada Allah, penting untuk memperhatikan fondasi iman dan kualitas persiapan kita. Allah menghargai kerja teratur yang disertai niat suci untuk kemuliaan-Nya, bukan sekadar tampilan megah tanpa dasar yang kuat.
Potongan pendapat para penafsir terdahulu (ringkas)
Para penafsir klasik menyoroti pentingnya persiapan material sebagai simbol kestabilan ibadah. Mereka menekankan bahwa kerja teknis ini mencerminkan disiplin umat Allah dalam membangun tempat bagi hadirat-Nya dengan cara yang teratur dan terhimpun.
Penutup singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan tempat ibadah Tuhan dimulai dari fondasi yang kokoh. Dengan menggali batu-batu besar untuk alas rumah-Nya, Salomo menegaskan prinsip bahwa karya demi kemuliaan Allah dimulai dari persiapan yang matang, kerja keras komunitas, dan komitmen untuk mengikuti rancangan ilahi.