1 Raja-raja 14:31 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka Rehabeampun mangkatlah beradu dengan segala nenek moyangnya, lalu dikuburkan oranglah akan baginda pada sisi nenek moyang baginda dalam negeri Daud. Adapun nama bunda baginda itu Naama, seorang orang Ammoni, maka putera baginda bernama Abiam itu naik raja menggantikan dia.

Ayat sebelumnya
« 1 Raja-raja 14:30
Ayat berikutnya
1 Raja-raja 15:1 »

1 Raja-raja 14:31 Tafsiran ayat Alkitab

Interpretive utama

1 Raja-raja 14:31 menutup bab tentang penurunan keluarga Rehabeam dan peralihan tahta kepada Abiam (Abijam). Ayat ini merangkum akhir kehidupan Rehabeam dan menegaskan kelahiran raja berikut dari keturunan Daud, meskipun melalui garis ibunya yang berasal dari bangsa Ammon, Naama. Inti pesan teks ini adalah realitas hukum tahta Israel: pewarisan tahta sering dijalankan demi garis darah, meski latar belakang keluarganya tidak selalu kontekstual dengan ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, penekanan ayat adalah pada kelulusan Rehabeam dari garis ketetapan Tuhan dan penetapan tahta bagi Abiam.

Konteks sastra

Bagian ini berada di akhir pemerintahan Rehabeam. Kitab 1 Köngam (1 Raja-raja) menggambarkan naik turunnya dinasti Salomo dan pengukuhan raja-raja Israel Selatan (Yehuda). Rehabeam wafat dalam keadaan beristirahat dengan nenek moyangnya, sebuah frasa biasa untuk kematian raja yang menunjukkan penghormatan. Ayat ini juga menegaskan bahwa ibu Rehabeam adalah Naama, seorang Ammoni, menyoroti asal-usul yang berbeda dari garis Daud, namun tahta tetap dianugerahkan kepada putranya Abiam. Secara teologis, kisah ini menekankan bahwa Allah mengatur jalannya raja-raja melalui ketaatan mereka kepada perjanjian-Nya, meskipun latar belakang keluarga bisa menjadi sorotan manusiawi.

Makna teologis

Ada dua garis pembacaan utama. Pertama, pernyataan kematian Rehabeam mengakhiri rejimnya dan menegaskan transisi pemerintahan. Kedua, penunjukan Abiam sebagai raja menunjukkan bahwa garis keturunan Daud tetap dipertahankan untuk kelanjutan perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel. Walau Rehabeam membuat keputusan yang sering berbalik dari jalan Tuhan, Allah tetap menggenapkan rencana-Nya melalui keturunan Daud, menyiapkan konteks bagi perkembangan penyertaan Mesias nantinya.

Cross-references (hubungan alkitabiah)

  • 1 Samuel 2:30–31; Yeremia 33:17: Menunjukkan bahwa seluruh garis keturunan dinasti Daud tetap dipersonifikasikan dalam janji Tuhan, walau ada kegoncangan akibat pelanggaran manusia.
  • 2 Tawarikh 11:22–23: Menggambarkan bagaimana keturunan berperan dalam menjaga garis dinasti meskipun latar belakang keluarga tidak selalu sejalan dengan standar spiritual.
  • 2 Samuel 7:12–16: Janji Allah kepada Daud tentang keturunan dan takhta yang tidak akan goyah; konteks ini membantu memahami mengapa Abiam naik tahta meski Rehabeam berasal dari garis yang kompleks.

Penjelasan singkat hubungan: janji Allah terhadap rumah Daud menjadi bingkai untuk memahami transisi kekuasaan dalam konteks sejarah keselamatan. Ketika manusia melihat faktor keluarga, Allah tetap bekerja melalui rencana-Nya yang lebih luas.

Pertanyaan untuk refleksi

  • Apa arti sebenarnya bagi kita bila tahta atau posisi dipakai Allah sebagai alat untuk melanjutkan rencana-Nya meskipun ada cacat manusia?
  • Bagaimana kita menilai kepatuhan terhadap Allah di tengah keadaan keluarga atau latar belakang yang tidak ideal?

Kesimpulan singkat

Ayah dari Abiam, Rehabeam, mengakhiri masa pemerintahannya dengan kematian, dan tahta dialihkan kepada anaknya, dengan Naama dicatat sebagai binti Ammoni. Ayat ini menegaskan bahwa meskipun asal-usul manusia bisa kompleks, rencana Allah tetap berjalan melalui garis Daud. Abiam pun naik sebagai pengulang garis keturunan yang diberkati untuk meneruskan perjanjian-Nya dalam konteks sejarah Israel.

Quotations from public-domain commentators (singkat):

Matthew Henry: "Rehabeam died, and Abijah began his reign;" memberikan gambaran bahwa transisi tahta adalah bagian dari Tuhan yang menata masa depan bangsa-Nya. Albert Barnes: menekankan bahwa ketiadaan ketaatan pada Tuhan sering mengakibatkan pilihan manusia yang berbeda dari ideal ilahi, namun rencana-Nya tetap berjalan. Adam Clarke: menyoroti bahwa garis keturunan dapat berasal dari latar belakang yang berbeda, namun otoritas tahta dipahami sebagai bagian dari penyatuan umat dalam konteks perjanjian.

Catatan: kutipan pendek langsung dari Henry, Barnes, Clarke di atas hanya ringkasan para ahli publik domain; tidak memuat teks panjang.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Raja-raja 14:31 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 12:16 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Tawarikh 12:16 (IDN) »
Maka mangkatlah Rehabeam beradu dengan segala nenek moyangnya, dikuburkan oranglah akan dia di dalam negeri Daud, maka Abia, puteranya, lalu naik raja akan gantinya.

Matius 1:7 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Matius 1:7 (IDN) »
maka Sulaiman memperanakkan Rehabiam; dan Rehabiam memperanakkan Abia; dan Abia memperanakkan Asa;

1 Raja-raja 22:50 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Raja-raja 22:50 (IDN) »
(22-51) Maka raja Yosafatpun mangkatlah beradu dengan segala nenek moyang baginda, lalu ia dikuburkan pada sisi nenek moyang baginda dalam negeri Daud, moyangda baginda, maka Yoram, putera baginda, naik raja menggantikan ayahnya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab