Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 14:1 1 Raja-raja 14:2 1 Raja-raja 14:3 1 Raja-raja 14:4 1 Raja-raja 14:5 1 Raja-raja 14:6 1 Raja-raja 14:7 1 Raja-raja 14:8 1 Raja-raja 14:9 1 Raja-raja 14:10 1 Raja-raja 14:11 1 Raja-raja 14:12 1 Raja-raja 14:13 1 Raja-raja 14:14 1 Raja-raja 14:15 1 Raja-raja 14:16 1 Raja-raja 14:17 1 Raja-raja 14:18 1 Raja-raja 14:19 1 Raja-raja 14:20 1 Raja-raja 14:21 1 Raja-raja 14:22 1 Raja-raja 14:23 1 Raja-raja 14:24 1 Raja-raja 14:25 1 Raja-raja 14:26 1 Raja-raja 14:27 1 Raja-raja 14:28 1 Raja-raja 14:29 1 Raja-raja 14:30 1 Raja-raja 14:31



Makna Ayat
Ayat ini menyampaikan penutupan kisah Yerobeam di masa pemerintahan Israel, menyatakan bahwa apa yang tersisa dari semua riwayatnya—termasuk perang-perang dan cara ia memegang kerajaannya—semua telah dicatat dalam kitab tawarikh raja-raja orang Israel. Artinya, historiografi kerajaan Israel pada masa Yerobeam dibatasi pada catatan yang terdahulu dan menyiratkan bahwa banyak peristiwa penting tidak diulang dalam catatan lain selain sumber tersebut.
Latar Kontekstual
1 Raja-raja pasal 14 memuat nubuat dan tindakan yang menonjol seputar pemerintahan Yerobeam I, raja Israel utara setelah split kerajaan. Ayat 19 menutup bagian cerita Yerobeam dengan menegaskan bahwa masih ada bagian riwayat yang dicatat secara khusus dalam kitab tawarikh raja-raja orang Israel. Ini menunjukkan bahwa penulis/komentar sejarah memiliki dua sumber utama: catatan kerajaan (raja-raja) dan catatan tawarikh (abad-abad), yang sering memberikan gambaran komparatif tentang peristiwa yang sama dari perspektif yang berbeda.
Pengamatan Penafsiran
Gagasan Tematis (Singkat)
Cross-References dan Penjelasan Singkat
- 2 Tawarikh 12:1-5: Menjabarkan bagaimana perubahan raja-raja dan catatan sejarah memperlihatkan dampak perlawanan raja terhadap perintah Tuhan.
- 1 Tawarikh 5:1-2: Menunjukkan bagaimana garis keturunan dan posisi raja-riwayat dipakai untuk menilai legitimasi kepemimpinan di Israel.
- 2 Tawarikh 31:2: Menegaskan pentingnya pembacaan catatan kronik sebagai bagian dari pemeliharaan budaya bangsa Israel.
Akar Teologi Praktis
Ayat ini mengingatkan pembaca bahwa narasi sejarah Allah meliputi perincian-perincian leluhur bangsa, namun tidak selalu semua bagian hidup dicatat dalam satu sumber. Refleksi kita: menjaga integritas iman dengan belajar dari catatan sejarah yang tersedia, sambil menghindari kurangnya pemahaman karena sumber yang terbatas.
Inti Penutup
Fakta bahwa bagian terakhir Yerobeam diabadikan dalam catatan tawarikh mengajak pembaca untuk menilai bagaimana warisan kepemimpinan Israel dipahami melalui berbagai sumber historis. Memahami konteks ini membantu kita melihat bagaimana Allah berkarya melalui sejarah bangsa-Nya, meskipun tidak semua detailnya sama jelas di setiap narasi.
Catatan kutipan singkat para komentator terdahulu (tanpa kutipan panjang):
Matthew Henry menekankan perlunya melihat bagaimana sejarah raja-raja menyingkap ketaatan atau pemberontakan terhadap Tuhan; Albert Barnes menyoroti peran sumber-sumber sejarah sebagai alat memahami rencana Allah; Adam Clarke menekankan hubungan antara peristiwa pribadi raja dengan gambaran moral bagi umat Allah.