1 Tawarikh 2:34 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka Sesan itu tiada beranak laki-laki, melainkan perempuan belaka; maka adalah pada Sesan seorang hamba Mesir bernama Yarha.

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 2:33
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 2:35 »

1 Tawarikh 2:34 Tafsiran ayat Alkitab

1 Tawarikh 2:34 (IDN) — Tafsiran singkat

Ayat ini berada dalam daftar garis keturunan Raja Daud, bagian yang merinci suku Benyamin dan keturunan Sesan. Secara singkat, ayat tersebut menyebutkan bahwa Sesan tidak mempunyai anak laki-laki, melainkan hanya perempuan; karena itu, Sesan mempunyai seorang hamba Mesir bernama Yarha. Catatan ini menyoroti keturunan keluarga Sesan yang akhirnya berbeda dari garis darah yang berlanjut melalui anak laki-laki.

Makna utama ayat

Inti ayat ini adalah penegasan tentang keturunan Sesan yang tidak melahirkan pewaris laki-laki, sehingga garis keturunan keluarga itu berakhir melalui laki-laki. Namun Lukisan amanatnya tetap berlanjut melalui hubungan dengan hamba Mesir bernama Yarha, yang mewakili cara budaya pada masa itu memperluas jaringan keluarga lewat hubungan perbudakan dan perjodohan. Ayat menegaskan realitas genealogis pada zaman perjanjian lama, di mana garis keturunan bisa ditentukan melalui anak laki-laki, dan bagaimana peran hamba dapat mempengaruhi struktur keluarga.

Tiga tema kunci

  • Tanpa anak laki-laki, garis keturunan Sesan terhenti secara formal dalam catatan suku.
  • Keberadaan Yarha mencerminkan bagaimana seorang hamba bisa memiliki posisi penting dalam struktur keluarga.
  • Bagian ini menunjukkan upaya penulis untuk merapikan garis keturunan dan menjaga kesinambungan identitas suku.

Rujukan silang yang relevan

- 1 Tawarikh 2:34-35 — Menjelaskan bagaimana garis keturunan Sesan berlanjut melalui peran Amidah, yang menggantikan garis keturunan tanpa anak laki-laki. Penjelasan konteks memberikan gambaran bagaimana catatan genealogis diusahakan meskipun adanya keterbatasan biologis.

- Kejadian 15:4 (prinsip umum tentang keturunan melalui janji dan pewaris) — Meski konteks berbeda, topik mengenai pewaris dan keturunan memperlihatkan pelaksanaan kehendak Allah dalam garis keturunan manusia.

Aplikasi praktis

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap generasi memiliki peran penting dalam sejarah iman. Ketertundukan pada realitas kehidupan (seperti tidak adanya anak laki-laki) tidak menghentikan rencana Allah. Dalam iman, kita diajak menilai bagaimana hubungan, tanggung jawab keluarga, dan pilihan hidup membentuk identitas umat Allah di antara komunitasnya.

Ringkasan singkat

Ayah Sesan tidak memiliki anak laki-laki, sehingga garis keturunan formalnya berhenti; namun adanya Yarha sang hamba Mesir menunjukkan bagaimana realitas sosial dapat mempengaruhi jaringan genealogis. Ayat ini menegaskan upaya penulis kitab Tawarikh dalam menata catatan keturunan secara luas, sambil tetap mengingat peran setiap individu dalam sejarah keselamatan umat.

Kutipan singkat dari komentar klasik (sebagai referensi)\

“Keturunan melalui anak laki-laki adalah pola umum pada masa itu, tetapi Allah tetap memperhatikan umat-Nya di luar garis itu.”

Penjelasan di atas merangkum pandangan umum para komentator sebelumnya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, sambil menyatukannya dalam bahasa Indonesian yang relevan untuk pembaca sekarang. Perhatikan bahwa kutipan teks asli dari komentator klasik dapat beragam, namun inti pemikiran menekankan bahwa garis keturunan sering ditata ulang demi ketaatan pada rencana Allah dan realitas sosial umat pada zaman tersebut.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 2:34 Referensi silang ayat

Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab