1 Tawarikh 2:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Setelah itu maka pergilah Hezron kepada seorang anak perempuan Makhir, bapa Gilead, diambilnya akan bininya pada masa umurnya enam puluh tahun, maka perempuan itupun beranakkanlah Segub baginya.

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 2:20
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 2:22 »

1 Tawarikh 2:21 Tafsiran ayat Alkitab

Makna inti 1 Tawarikh 2:21

Ayat ini melaporkan kelahiran Segub dari hubungan antara Hezron dan seorang perempuan keturunan Makhir di masa umur enam puluh tahun; ini menandai kelanjutan garis keturunan Dan untuk raja-raja Israel.

Latar belakang konteks

1 Tawarikh pasal 2 merinci garis keturunan Yehuda dan suku-suku terkait sebagai bagian dari pewarisan tanah serta legitimasi bangsawan pada masa pascabersukarnya Monarki. Ayat ini menyoroti pernikahan dan penyatuan garis keturunan yang membawa lahirnya Segub, tokoh penting dalam silsilah para pemimpin wilayah di wilayah Trans-Yarden. Dalam konteks kitab Tawarikh, fokusnya adalah menegaskan asal-usul leluhur dan hak keturunan masing-masing keturunan Yehuda.

Interpretasi singkat

Hezron, anak Yehuda, mengambil seorang istri keturunan Makhir dan memperoleh seorang anak, Segub, pada usia enam puluh tahun. Hal ini menegaskan bahwa garis keturunan tetap berlanjut melalui pernikahan antarketurunan yang ditempatkan Allah dalam rencana-Nya untuk menyusun bangsa Israel. Segub kelak menjadi bagian dari garis raja yang menunjukkan bagaimana rencana keselamatan Allah bekerja melalui pewarnaan keturunan manusia.

Pemikiran kunci

  • Kelanjutan garis keturunan melalui pernikahan dan penerusan nama keluarga.
  • Penyebutan usia menunjukkan bahwa kehendak Allah bekerja dalam waktu-Nya, tidak selalu sejalan dengan ekspektasi manusia.
  • Penekanan pada legitimasi leluhur untuk bagian-bagian wilayah dan kepemimpinan di masa depan.

Sisipan lintas ayat

Beberapa rujukan yang relevan: - Silsilah Yehuda dan kecipratan berkat melalui garis keturunan (mis. catatan raja-raja dan leluhur). Kaitan: memperlihatkan bagaimana rencana Allah terwujud melalui garis keturunan umat-Nya. - Peran perempuan keturunan Makhir menunjukkan dinamika pewarisan dan diplomasi keluarga pada masa itu. Kaitan: menunjukkan bagaimana hubungan antar keluarga membentuk garis keturunan penting bagi kepemimpinan masa depan. - Ketentuan mengenai pembacaan silsilah dalam 1 Tawarikh keseluruhan untuk memantapkan identitas bangsa Israel. Kaitan: menegaskan tujuan kitab dalam mengingatkan umat bahwa Allah memelihara garis leluhur-Nya.

Rujukan silang yang relevan

- 1 Tawarikh 2:9-11 menjelaskan garis keturunan Daud sebagai pusat pewarisan raja-rajaan; relevan secara tematik untuk menunjukkan bagaimana Segub termasuk dalam rangkaian keturunan yang penting bagi identitas Israel. Konteksnya adalah pewarisan garis keluarga yang membangun kerajaan.
- 1 Tawarikh 2:42-43 memaparkan silsilah lain yang menghubungkan berbagai kelompok keturunan; relevan untuk memahami pola silsilah dalam kitab tersebut. Menegaskan bahwa catatan genealogis berfungsi menyatukan narasi bangsa.
- Ulangan 7:9 menekankan kesetiaan Allah dalam menjaga perjanjian dengan leluhur; relevan untuk membatasi pandangan bahwa peristiwa semata-mata manusiawi—Allah turut bekerja di balik semua garis keturunan.

Narasi praktis singkat

Dari ayat ini kita diajar bahwa Allah melibatkan segala elemen kehidupan manusia—pernikahan, usia, dan hubungan keluarga—untuk membentuk garis pewarisan yang membawa pemenuhan janji-Nya. Kepercayaan kepada rencana-Nya meneguhkan kita menilai waktu-Nya sebagai bagian dari rancangan ilahi, bukan sekadar urutan kejadian.

Catatan editorial dan kutipan singkat

Komentar klasik menyoroti bahwa fokus utama kitab Tawarikh adalah menegaskan legitimasi keturunan dan kedudukan bangsa Israel dalam rencana Allah. Dalam karya-karya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, kesimpulan umum bahwa silsilah dipakai untuk menguatkan keberadaan umat Allah pada masa itu tersirat dalam pemaparan genealogis ini. Jika ada kutipan singkat yang relevan dari tiga komentator tersebut, yang paling menonjol adalah penekanan bahwa silsilah berfungsi sebagai bukti rencana Allah dalam sejarah umat-Nya, meskipun tidak selalu dalam bentuk kayak narasi yang dramatis.

Inti pesannya: silsilah bukan sekadar daftar nama, melainkan bagian dari pernyataan bahwa Allah menjaga dan membentuk bangsa-Nya melalui jalur keluarga dan peristiwa masa lalu untuk mempersiapkan rencana-Nya di masa depan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 2:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 27:1 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Bilangan 27:1 (IDN) »
Sebermula, maka anak-anak perempuan Zelafead bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye, dari pada suku Manaye bin Yusuf, maka nama anak perempuan itu Makhla dan Noa dan Hojla dan Milka dan Tirza, sekalian itu datang hampir,

Kejadian 50:23 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kejadian 50:23 (IDN) »
Maka dilihat oleh Yusuf akan anak cucu Efrayim sampai kepada sunat yang ketiga; dan lagi tatkala jadi anak-anak Makhir bin Manasye, diletakkan oranglah akan dia di ribaan Yusuf.

Bilangan 32:39 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Bilangan 32:39 (IDN) »
Maka anak-anak Makhir bin Manasyepun pergilah ke Gilead, lalu dialahkannya dan dihalaukannya segala orang Amori yang di sana dari miliknya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab