Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



Tepat pada konteksnya: 1 Tawarikh 18:16
Ayat ini berada dalam rangka catatan administratif Daud mengenai susunan pemerintahan dan peranan orang-orang yang melayani di istana, khususnya dinas keimamatan dan penulisan hukum. Pada masa Daud, jabatan imam, khususnya Zadok bin Ahitub dan Abimelekh bin Abyatar, serta fungsi jurutulis (scribal) Sausa, menampilkan ketertiban suci dan kelanjutan pewarisan tradisi ibadah serta dokumentasi kenabian, hukum, dan administrasi negara. Ayat singkat ini menegaskan bahwa pekerjaan ibadah dan tugas negara didorong oleh orang-orang yang setia kepada Tuhan dan kepada sistem kepemimpinan raja yang berlandaskan pada perintah Tuhan.
Ayat itu memberi tahu tentang Allah dan iman
Dalam bagian ini Tuhan tidak tampak secara eksplisit, tetapi kerja para imam dan penulis menunjukkan bagaimana umat beriman menjaga kekudusan ichtisab keturunannya melalui penyambungan antara ibadah (imam) dan pembuktian hukum serta catatan sejarah (jurutulis). Imamat Zadok maupun Abyatar menegaskan kontinuitas garis keturunan yang membawa warga Israel kepada penyembahan yang benar dan keandalan catatan kenabian serta peraturan Musa. Ketertiban ini menegaskan keyakinan bahwa Allah tetap memelihara rohnya umat-Nya melalui berbagai pelayanan yang setia di hadapan-Nya.
Penjelasan kata kunci dan gambaran gambar
Rujukan terkait dalam kitab-kitab lain
Beberapa bagian lain yang memperkuat gambaran tentang peran imam dan penulis meliputi:
Aplikasi bagi kehidupan kita sekarang
Meski konteksnya kuno, ayat ini mengingatkan kita bahwa iman tidak hanya soal keyakinan pribadi, melainkan juga peran kita dalam menjaga kesetiaan Allah melalui pelayanan dan tanggung jawab yang dapat dilihat. Keteladanan Zadok dan Abyatar menegaskan pentingnya integritas dalam pelayanan rohani, serta komitmen untuk menjaga catatan dan hukum Tuhan agar generasi berikutnya dapat beribadah dengan benar. Dalam gereja dan keluarga modern, prinsip ini mengarah pada:
Catatan singkat dari tokoh tafsir klasik
Para penafsir zaman dulu menyoroti pentingnya kesinambungan fungsi ibadah dan administrasi. Sebagai contoh, para komentatorhistoric menekankan bahwa daftar pejabat di Babel suci ini menggambarkan rencana Tuhan untuk menjaga kemurnian ibadah dan kelayakan umat melalui kepatuhan kepada hukum Allah. Dikutip secara singkat: Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa rôda imam dan jabatan penulis merupakan bagian dari tata kelola ritus dan penyimpanan kenangan teladan iman umat Israel.
Versi silang yang relevan: lihat kaitan dengan peran imam dan penulis dalam 1 Tawarikh 24:1–19; 2 Tawarikh 26:16–21; 2 Tawarikh 34:14–22 untuk gambaran mengenai bagaimana otoritas keimamatan bekerja bersama dengan administrasi negara di masa Daud dan raja-raja berikutnya.