Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



Pengantar Interpretatif
Pada 1 Tawarikh 18:6, kita melihat bagaimana Daud memperoleh kemenangan secara teatrikal melalui penempatan laskar di wilayah negeri Syam-Damsyik. Ayat ini menegaskan bahwa kemenangan itu datang karena dukungan Tuhan atas langkah-langkah yang diambil Daud dalam memperluas kerajaan Israel, sambil menjaga urutan pertempuran dengan itikad berlandaskan iman kepada Tuhan.
Pandangan Pembaca Alkitab secara literer
Ayat ini menggambarkan keputusan strategis Daud untuk menempatkan pasukannya di wilayah asing, yakni Syam-Damsyik, sehingga rakyat di sana menyerah dan membayar upeti. Frasa “ditaruh” menunjukkan tindakan terorganisir, bukan sekadar pertempuran spontan. Hasilnya: takluknya Syam-Damsyik dan “pemberian Tuhan kemenangan kepada Daud ke manapun baik perginya.” Ini menegaskan bahwa kemenangan militer bukan semata karena kekuatan manusia, melainkan dipakai-Nya untuk mewujudkan tujuan-Nya melalui raja yang taat.
Konteks Teologis
Ayat ini menonjolkan keterlibatan Tuhan dalam kepemimpinan Daud. Kemenangan yang dinyatakan “karuniakan Tuhan” menegaskan bahwa Tuhan mengizinkan dan memberkati langkah-langkah raja yang taat—seraya menjaga kemuliaan-Nya sendiri dalam sejarah bangsa Israel. Ini juga menunjukkan bahwa bangsa Israel tidak mengandalkan kekuatan manusia semata, tetapi pada penyertaan Allah dalam jalannya sejarah keselamatan mereka.
Rujukan lintas Alkitab (tanpa menyalin teks pasal lainnya secara lengkap)
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menekankan bahwa kemenangan adalah hasil penyertaan Allah, bukan sekadar kekuatan militer. Ketaatan Daud pada rencana-Nya memungkinkan Tuhan untuk bekerja melalui raja dan pasukannya.
Konteks sastra dalam kitab Tawarikh
Kitab Tawarikh menekankan legitimasi keturunan, penyelenggaraan ibadat, dan penguatan kerajaan sebagai bagian dari narasi kudus. Bab 18 mencatat perluasan kekuasaan Daud dan pemberian keberanian melalui pernyataan bahwa Tuhan memberikan kemenangan. Narasi ini membangun gambaran korpus teologis bahwa kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat keberhasilan umat-Nya ketika hidup dalam ketaatan kepada perintah-Nya.
Pertanyaan reflektif
Konklusi singkat
1 Tawarikh 18:6 menegaskan bahwa takluknya Syam-Damsyik dan pemberian kemenangan kepada Daud adalah contoh bagaimana Tuhan bekerja melalui kepemimpinan yang setia. Kemenangan bukan hanya hasil pertempuran, melainkan buah dari penyertaan Allah atas rencana-Nya bagi umat-Nya. Daud merangkul hikmat, melibatkan pasukan dengan tujuan suci, dan pengalaman historis ini membentuk pola: ketaatan kepada Tuhan membawa perlindungan dan keberhasilan bagi bangsanya.
Catatan editorial tentang kutipan tokoh teolog publik domain bebas
Dalam pembahasan ini, beberapa unsur interpretatif serupa dapat dilihat pada karya-karya klasik para komentator publik domain: Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Jika ada kutipan singkat yang relevan berasal dari mereka, akan dicantumkan sebagai rujukan singkat; namun tidak ada kutipan panjang yang diulang di sini. Inti pemikiran mereka menekankan moral teologis bahwa kemenangan datang melalui penyertaan Tuhan dan ketaatan raja yang berlandaskan iman.