Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



I. Setting cepat dari 1 Tawarikh 10:4
Apa yang diajarkan teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti konsekuensi ketidaktaatan Saul terhadap perlindungan Allah. Ketakutan manusia sering mengalahkan iman, sementara iman sejati memandang kepada Allah sebagai pelindung dan penopang. Ketidakpercayaannya pada rencana Allah menciptakan jalan keluarnya sendiri yang gelap dan penuh keputusasaan. Dalam konteks Alkitab, contoh Saul ini menonjolkan bahwa kepercayaan kepada Allah seharusnya membimbing kita untuk menahan diri dari tindakan yang menghalalkan bunuh diri atau keputusasaan, seraya mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.
Kata-kata penting dan gambaran dalam teks
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat terkait yang membantu memahami pola iman dan kejatuhan Saul:
Aplikasi praktis untuk kehidupan masa kini
Beberapa pakar berpendapat bahwa bagian ini menampilkan kelalaian rohani Saul, yang mengandalkan kekuatan manusia daripada kepercayaan kepada Allah. Alasan bendara menolak membantu Saul menegaskan pentingnya menjaga martabat hidup serta menghindari segala tindakan bunuh diri sebagai respons atas keputusasaan. Dalam harmoni dengan tradisi penafsir publik domain, pandangan Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa iman Allah menuntun kita pada harapan meskipun situasi tampak suram, dan bahwa Allah memanggil umat-Nya untuk setia bahkan di saat-saat kehilangan harapan.