Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



1 Tawarikh 10:2 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Setting segera kitab: Hikayat tentang keruntuhan raja Saul dan keluarganya terjadi setelah kekalahan perang dengan orang Filistin. Ayat ini menggambarkan kejatuhan Saul beserta anak-anaknya, termasuk Yonatan, Abinadab, dan Malkhisua, dalam sengketa dengan musuh.
Pada intinya ayat ini mengungkapkan tentang Allah, iman, dan kenyataan dunia
Ayat ini menekankan bahwa dalam peperangan, kekuatan manusia berakhir pada kehancuran. Allah tidak hadir menebus secara eksplisit di sini, tetapi kisahnya menegaskan bahwa ketahanan Israel bergantung pada ketaatan kepada Allah. Ketika Saul gagal memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang taat, akibatnya adalah kehancuran bagi dirinya dan keluarganya. Kisah ini menuntun pembaca pada kesadaran bahwa kejatuhan raja mempengaruhi keselamatan bangsa, dan jawabannya hanya pada pertobatan dan bergantung pada kehendak-Nya.
Beberapa kata penting dan gambaran teks
Hubungan dengan bagian lain Perjanjian Lama
Beberapa ayat terkait memberi gambaran serupa mengenai akibat ketidaktaatan pemimpin dan respons umat terhadap ancaman. Contoh singkat referensi terkait:
Rujukan silang yang relevan untuk dipertimbangkan: 2 Samuel 1:19-27 menggambarkan seriusnya kehilangan Yonatan karena pilihan-pilihan manusia; 1 Samuel 31 melanjutkan kisah kehancuran Saul, memperlihatkan dampak kejatuhan pada identitas bangsa Israel; Mazmur 121 menekankan perlindungan Allah meskipun ada ancaman di dunia.
Aplikasi praktis untuk kehidupan percaya sekarang
Cuplikan pandangan beberapa penafsir berbau Karya Publik-domain
Cuplikan ringkas dari penafsir berbahasa Inggris yang berpengaruh secara publik-domain (untuk konteks interpretatif):
Matthew Henry menekankan bahwa kehancuran Saul adalah akibat dari ketidaktaatan dan kurangnya iman dalam menghadapi ujian. Albert Barnes menyoroti bahwa musuh mengejar raja karena kegagalan rohani, bukan sekadar perang duniawi. Adam Clarke menggarisbawahi bahwa nasib keluarga sering mencerminkan keadaan rohani pemimpin. Ketiga komentator ini menekankan bahwa iman yang hidup dan taat adalah kunci perlindungan Allah atas bangsanya.
Catatan kutipan singkat yang terkenal
Jika ada kutipan singkat yang relevan dari para penafsir publik-domain terkait ayat ini, akan disebutkan secara tepat tanpa mengungkapkan teks panjangnya.
Penutup: mengaitkan masa kini dengan konteks Alkitab
Ayat ini mengingatkan kita bahwa keadaan rohani pemimpin berpengaruh pada bangsa. Dalam kehidupan gereja dan keluarga, kita diajak untuk tetap setia pada Allah, menjaga integritas iman, serta mendorong pemimpin dan komunitas untuk hidup berkenan kepada-Nya. Pertobatan pribadi dan komitmen pada kasih Allah menjadi jawaban yang relevan bagi tantangan zaman sekarang.