Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



1 Tawarikh 10:14 (IDN) - Ringkasan dan Penjelasan
Ayat ini berada dalam konteks kisah kematian Saul dan perjuangan Israel dalam mempertahankan tahta. Di bagian akhir 1 Tawarikh 10, penekanan tertuju pada akibat kejatuhan Saul karena tidak taat kepada Tuhan. Nabi tidak disebutkan di sini, tetapi peristiwa dibaca melalui catatan sejarah seorang raja yang tidak menghormati perjanjian dengan Allah. Tegal tiada dicaharinya akan Tuhan, maka dibunuh Tuhan akan dia dan dipulangkannya kerajaan itu kepada Daud bin Isai.
Makna sentral
Ayat ini menekankan bahwa Tuhan membinasakan raja yang menolak jalan-Nya dan tidak menjaga kesetiaan kepada perjanjian-Nya. Bagi umat Israel, tongkat kepemimpinan adalah bagian dari rencana ilahi; ketika seorang raja menentang Firman Tuhan, konsekuensinya adalah kehilangan legitimasi ilahi dan pengalihan kekuasaan kepada raja yang lebih sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu Daud, pewaris janji perjanjian dengan Allah.
Tema utama
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Beberapa referensi yang sejalan dengan tema ini antara lain:
Refleksi praktis
Pelajaran utama bagi pembaca masa kini adalah pentingnya menaati pimpinan Tuhan dalam segala area hidup—bukan sekadar berpegang pada tradisi atau kekuasaan. Ketika kita menyadari bahwa Allah mengarahkan sejarah untuk memenuhi tujuan-Nya, kita dipanggil hidup dengan tunduk dan percaya bahwa rencana-Nya baik, meskipun jalannya kelihatan keras pada saat itu.
Inti penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa keadilan Tuhan menegakkan jalan-Nya melalui peristiwa sejarah. Dalam rencana keselamatan Allah, Daud muncul sebagai pemenuhan janji-Nya, menunjukkan bahwa tidak ada kekuasaan manusia yang dapat menggagalkan rencana Tuhan bagi umat-Nya.
Catatan editorial
Rangkaian pandangan ini berusaha menyatukan nuansa tafsiran klasik dengan gaya narasi yang relevan bagi pembaca Indonesia. Inti pesan tetap fokus pada ketaatan kepada Tuhan dan pemeliharaan janji-Nya melalui garis keturunan Daud.
Quotations: Beberapa frasa singkat dari penafsir berbahasa Inggris kuno tidak disajikan dalam bentuk kutipan panjang, namun unsur interpretasi dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipakai secara harmonis untuk memperkaya pemahaman tanpa menambah teks Alkitab asli.