Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 3:17 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 3:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi katanya: Enam takar syeir ini telah diberikannya aku, karena katanya kepadaku: Jangan dengan hampa engkau pulang kepada mentuamu.
Rut 3:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 3:17 Referensi silang ayat
Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.
Ruth 3:17 (Versi IDN) — Analisis Ringkas
Ayat ini muncul sebagai bagian dari kisah Ruth dan Naomi setelah Ruth menaruh harapan di bawah perlindungan Boas. Dalam konteks Rut 3, sapaan Boas tentang memberi enam takar syeir menunjukkan berkat kepedulian Boas dan niat untuk menjaga hubungan kebaikan yang telah dimulai Ruth melalui pengikutannya kepada Naomi. Ayat ini menegaskan bahwa pemberian itu tidak sia-sia; ia dimaksudkan agar Ruth pulang dengan membawa bekal yang cukup untuk mentuamu, yaitu Naomi, serta menjaga martabat dan kelangsungan hidup keluarga yang lebih luas.
Ayat dalam isi pasal dan makna utamanya
Pasal 3 menggambarkan Ruth yang dengan penuh hormat menanggapi instruksi Naomi untuk mendekati Boas sebagai lutut perjanjian keluarga. Enam takar syeir mewakili nafkah praktis yang diperlukan Ruth dan Naomi, menunjukkan berkat kerja keras Ruth dan kemurahan hati Boas. Frasa “jangan dengan hampa engkau pulang kepada mentuamu” menekankan bahwa Ruth tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa jaminan nafkah bagi Naomi. Dalam konteks budaya pada saat itu, pembagian makanan dan perlindungan keluarga menjadi tanda kebaikan Allah yang bekerja lewat orang-orang berkenan-Nya.
Garis besar pemahaman teologis
Ayam dalam Ruth menunjukkan bagaimana Tuhan mengatur jalan jemaat-Nya melalui tindakan manusia yang setia dan penuh kasih. Kebaikan Boas bergaung dengan tema perlindungan dan pembalasan kemurahan hati, yang pada akhirnya membawa Ruth masuk dalam garis keturunan yang memenuhkan janji Tuhan. Ini juga memperlihatkan bahwa kelimpahan fisik seringkali berbanding lurus dengan integritas moral—Ruth bekerja dengan sungguh-sungguh dan Naomi menerima perlindungan melalui perhatian Boas.
Pelajaran utama
Cross-references dan hubungan Alkitabiah
Beberapa bagian yang relevan untuk memperkaya makna ayat ini:
Aplikasi praktis untuk pembaca
Ketika melihat kebutuhan sekitar kita, kita diajak untuk bertindak dengan integritas dan kemurahan hati. Dalam ritme kehidupan, usaha manusia berinteraksi dengan pemeliharaan Allah. Pemberian yang konkret—seperti bantuan keuangan, makanan, atau dukungan praktis—dapat menjadi saluran kasih Tuhan bagi keluarga yang membutuhkan. Namun demikian, kita juga perlu menilai bagaimana kita memberikan, dengan menjaga martabat orang yang dibantu dan tidak mengaburkan pertanggungjawaban moral kita.
Ringkasan penutup
Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan yang diusahakan Ruth melalui kerja kerasnya dan kemurahan hati Boas tidak hanya memenuhi kebutuhan Naomi, tetapi juga menjadi sarana pemenuhan rencana Allah dalam garis keturunan. Enam takar syeir adalah simbol berkat praktis yang menguatkan iman, menegaskan bahwa Allah bekerja melalui tindakan manusia yang setia dan ketika kita menaruh kepercayaan kepada-Nya, Dia memberi kelegaan dalam keadaan yang sulit.
Catatan singkat terhadap para komentator: karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menggarisbawahi bahwa tindak balas baik dan rencana Allah berjalan selaras melalui kasih dan kepercayaan, serta tidak melupakan martabat manusia dalam prosesnya. Cuplikan pendek yang relevan termasuk pernyataan Henry tentang kebaikan Allah yang bekerja melalui orang-orang berkenan-Nya, meskipun dalam konteks budaya kuno.