Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 3:1 Roma 3:2 Roma 3:3 Roma 3:4 Roma 3:5 Roma 3:6 Roma 3:7 Roma 3:8 Roma 3:9 Roma 3:10 Roma 3:11 Roma 3:12 Roma 3:13 Roma 3:14 Roma 3:15 Roma 3:16 Roma 3:17 Roma 3:18 Roma 3:19 Roma 3:20 Roma 3:21 Roma 3:22 Roma 3:23 Roma 3:24 Roma 3:25 Roma 3:26 Roma 3:27 Roma 3:28 Roma 3:29 Roma 3:30 Roma 3:31



Roma 3:5 (IDN) — Interpretasi singkat: soal keadilan Allah dan pertanyaan manusia
Garis besar tema
Cross-references (rujukan silang) dan penjelasan singkat
Renungan praktis
Pesan utama bagi orang percaya: jangan membangun pembenaran diri di atas logika manusia ketika menghadapi cara kerja Allah. Terimalah bahwa keadilan dan kasih-Nya terlihat dalam karya Kristus. Biarkan iman kepada Kristus membimbing cara kita memahami keadilan Allah, serta mendorong hidup dengan kerendahan hati, patuh, dan percaya bahwa Allah tetap berkuasa atas semua keadaan.
Penggabungan pandangan tokoh teolog publik-domain
Pandangan ringkas dari komentar publik-domain menyoroti bahwa ayat ini menentang pembenaran diri manusia dan menegaskan perlunya iman kepada Allah. Matthew Henry menekankan bahwa manusia tidak layak menghakimi rencana Allah; Albert Barnes menyoroti bahwa pertanyaan itu mengekspresikan kecenderungan manusia untuk membangga diri di atas rahmat Allah; Adam Clarke menegaskan bahwa bahasa Paulus di sini adalah retoris untuk mengungkap keterbatasan akal manusia dalam memahami keadilan ilahi. Kutipan singkat terkait (jika ada) tidak dapat disediakan karena lisensi, namun nuansa mereka jelas terintegrasi dalam penjelasan ini: fokus pada falsafah pembenaran melalui iman dan penolakan atas klaim manusia terhadap keadilan Allah.