Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 2:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil.
Roma 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 2:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 1:18 (IDN) »
Karena murka Allah dinyatakan dari surga atas segala keadaan fasik dan kelaliman orang, yang menimbuskan kebenaran dengan kelaliman,

Pengkhotbah 12:14 (IDN) »
Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.

Roma 2:5 (IDN) — Menimbun Murka karena Ketidakmauan Bertobat
Roma 2:5 menegaskan dampak serius dari keteguhan hati yang menolak pertobatan. Rasul Paulus menunjukkan bahwa penolakan ini bukan sekadar pilihan sesaat, melainkan respons hidup yang terus-menerus mengarahkan seseorang menumbuhkan kemurkaan Allah. Ayat ini berada dalam konteks pembahasan Paulus tentang hukum dan tanggung jawab manusia secara umum, terutama bagaimana orang-orang Yahudi maupun non-Yahudi memiliki beban moral yang sama di hadirat Allah, meskipun cara mereka mengakuinya berbeda.
Makna ayat dalam konteks pasal
Dalam pasal 2, Paulus menyoroti bahwa semua manusia berada di bawah standar hukum Allah. Ayat ini menyoroti satu konsekuensi konkret: jika hati tidak mau bertobat, maka kemurkaan Allah akan terus berkembang sebagai respons terhadap kelaluan manusia. Frasa “menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu” menggambarkan akumulasi konsekuensi yang bertumbuh seiring dengan ketidaktaatan. Ayat ini juga memperingatkan bahwa hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil akan dinilai secara objektif di hadapan semua manusia.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian Alkitab lainnya
Beberapa bagian dalam Perjanjian Lama dan Baru menekankan prinsip yang sama:
Aplikasi praktis
Langkah pertobatan adalah pintu yang membuka kasih Allah. Namun, jika seseorang menunda atau menutup hati terhadap firman Tuhan, konsekuensi rohani menjadi semakin nyata. Panggilan kita adalah membuka hati kepada pekerjaan Roh Kudus, mengakui dosa, dan memperbaharui komitmen hidup kepada Tuhan melalui iman dalam Kristus. Dalam konteks gereja, hidup saleh ditandai dengan kerendahan hati, kejujuran, dan pertumbuhan dalam pengenalan akan Kristus.
Cross-references singkat
Beberapa arah pandang alkitabiah yang relevan:
Penjelasan singkat: ayat-ayat penunjang menekankan bahwa pertobatan adalah respons iman kepada kasih karunia Allah, sedangkan menolak hati membawa kita lebih jauh dari jalan hidup yang berkenan kepada-Nya.
Ringkasan
Roma 2:5 memperingatkan bahwa ketegaan hati terhadap pertobatan menimbun kemurkaan Allah bagi hari pengadilan. Ayat ini menekankan pentingnya respons iman dan kerendahan hati di hadirat Allah yang adil. Perhatikan bagaimana pilihan kita hari ini mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan dan keadaan jiwa di hadirat-Nya.
Catatan editorial
Quotations from public-domain commentators, disarikan untuk konteks Indonesia:
Alexander Henry menyatakan bahwa “hati yang keras menolak pewarta kabar baik, dan therefore menerima hukuman yang adil.” Sementara Albert Barnes menegaskan bahwa tidak ada pembenaran bagi mereka yang menolak nurani dan terang hukum, karena mereka menanggung akibatnya sendiri. Adam Clarke menekankan pentingnya pertobatan sebagai jalan keluar dari murka ilahi, karena tanpa pertobatan, manusia kehilangan jalan menuju kasih karunia.