Mazmur 136:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Pujilah akan Tuhan, yang di atas segala tuan, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Ayat sebelumnya
« Mazmur 136:2
Ayat berikutnya
Mazmur 136:4 »

Mazmur 136:3 Tafsiran ayat Alkitab

Mazmur 136:3 – Pujilah Tuhan yang Di atas Segala Tuan

Ayat ini muncul dalam rangkaian mazmur syukur yang mengingat pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya berulang-ulang, dengan refrain “karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.” Pada bagian awal, pembaca diajak melihat Allah yang berkuasa atas semua makhluk dan semua pemerintah, sehingga pujian kepada-Nya bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan respons iman terhadap tindakan-Nya di sejarah bangsa Israel.

Yang ditampilkan teks tentang Allah dan iman

Teks menegaskan kedudukan Allah sebagai yang “di atas segala tuan”—penguasa tertinggi atas segala kekuasaan di bumi maupun di langit. Ini bukan sekadar pengakuan teologis, melainkan landasan praktis bagi hidup umat percaya: dalam segala situasi, memfokuskan hati pada kemurahan-Nya yang kekal. Refrain yang diulang menegaskan bahwa kemurahan Tuhan bukan peristiwa sesaat melainkan ciri identitas-Nya yang terus-menerus menyertai umat-Nya.

Penjelasan kata dan gambaran kunci

  • “Pujilah” berarti seruan menghormati, memuliakan dengan seluruh hidup—kita tidak hanya bernyanyi, tetapi juga hidup dengan ketaatan.
  • “yang di atas segala tuan” menyiratkan posisi Tuhan sebagai Penguasa terakhir atas semua kekuasaan manusia dan roh; tidak ada lawan yang berdiri di luar kendali-Nya.
  • “kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya” menekankan sifat inti Allah: kasih yang setia menarik umat-Nya ke dalam keselamatan dan pemeliharaan berkelanjutan.

Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab

Beberapa bagian lain memperluas tema ini:

  • Firman Allah sebagai otoritas tertinggi di atas semua kekuasaan, menunjukkan bahwa rencana-Nya tidak tergoyahkan.
  • Kisah pemeliharaan Allah bagi umat-Nya dalam masa kesulitan menguatkan motivasi untuk tetap percaya dan bersyukur.
  • Penekanan pada kemurahan-Nya yang kekal beriringan dengan panggilan umat-Nya untuk memuliakan-Nya secara konsisten.

Kaitannya dengan mazmur lain dan renungan padang hidup

Rujukan silang penting bisa menolong memahami pola syukur dalam konteks historis dan pribadi:

  • Mazmur 100:5 — Tuhan itu baik; kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya, iman-Nya untuk semua generasi. Menegaskan konsistensi kemurahan-Nya.
  • Mazmur 103:17-18 — kasih setia Tuhan bagi mereka yang takut akan Dia, sepanjang masa yang sama dengan generasi yang diberkati-Nya.
  • Kisah 2:23-24; 36—39 (secara tematik) menunjukkan bagaimana otoritas dan kasih Allah meneguhkan karya keselamatan melalui Kristus.

Inti dari perikop ini menuntun kita memahami bahwa pujian kepada Tuhan sejalan dengan hidup yang percaya: meski keadaan berubah, kemurahan-Nya tidak pernah berakhir. Ketika kita tidak melihat jalan keluar, kita bisa memanggil nama-Nya dengan keyakinan bahwa Dia berkuasa dan kasih-Nya meliputi kita.

Aplikasi masa kini

  • Mulailah hari dengan pujian kepada Allah yang berkuasa atas semua keadaan; biarkan rasa syukur menjadi mata uang hidup harian.
  • Biarkan janji kemurahan-Nya membentuk respon kita terhadap kegagalan dan kekecewaan; tidak ada kekurangan di luar kendali-Nya.
  • Latih suara doa dan pujian sebagai bentuk penyembahan berkelanjutan untuk menjaga fokus pada Gambar Allah yang unggul.

Cuplikan pandangan para komentator terdahulu

Para penafsir publik domain menekankan bahwa kalimat pujian ini menuntun umat untuk menilai kehidupan secara teologis—kasih Tuhan mengikat seluruh narasi sejarah umat-Nya. Sumber-sumber klasik menilai kemuliaan Tuhan sebagai pusat pengaturan peristiwa sehingga manusia menyadari kedaulatan-Nya lebih besar dari keadaan pribadi.

Kutipan singkat yang relevan: “Pujilah Tuhan” dipandang sebagai ajakan hidup dalam sikap memuliakan Allah, bukan sekadar ibadah ritus, melainkan gaya hidup yang mencerminkan kemahakuasaan dan kemurahan-Nya.

Penutup

Mazmur 136:3 mengundang kita kembali ke fokus utama iman: Allah yang berkuasa atas segala tuan dan kasih-Nya yang kekal. Respons kita adalah pujian yang hidup, yang meneguhkan kita lewat badai kehidupan hingga masa depan kekal dalam hadirat-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Mazmur 136:3 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 6:15 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Timotius 6:15 (IDN) »
maka hal itu akan ditunjukkan pada masanya oleh Mahakuasa yang Esa dan Pohon selamat, yaitu Raja atas sekalian raja, dan Tuan atas segala yang dipertuan,

Wahyu 17:14 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Wahyu 17:14 (IDN) »
Sekaliannya itu akan berperang melawan Anak domba itu, tetapi Anak domba itu akan menewaskan mereka itu; karena Ialah Tuan sekalian tuan, dan Raja atas segala raja; dan segala yang mengiringkan Dia itu pun menanglah, yaitu segala yang dipanggil dan yang terpilih, dan yang setia."

Wahyu 19:16 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Wahyu 19:16 (IDN) »
Pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, yaitu, "Raja atas segala raja, dan Tuan sekalian tuan."

IDN Pilih kitab dalam Alkitab