Mazmur 106:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka dilupakannya Allah, yang telah membuat perkara yang besar-besar di Mesir.

Ayat sebelumnya
« Mazmur 106:20
Ayat berikutnya
Mazmur 106:22 »

Mazmur 106:21 Tafsiran ayat Alkitab

Mazmur 106:21 (IDN)

Ayat ini muncul sebagai bagian dari nyanyian bangsa Israel yang mengingat kembali pembebasan Allah dari perbudakan Mesir. Dalam konteks mazmur, umat Israel mengingat bagaimana Allah berbuat perkara-perkara besar bagi mereka, lalu menilai kelalaian mereka sendiri yang melupakan karya-Nya. Kebenaran inti di sini adalah peringatan bahwa ingatan yang lemah terhadap pertolongan Allah berbahaya bagi iman dan kehidupan umat-Nya.

Apa yang teks ini nyatakan tentang Allah dan iman

Ayat ini menyoroti tindakan Allah yang besar di Mesir—mujizat, pemazmiran, pembebasan, dan penyelamatan yang berulang. Namun, fokusnya bukan sekadar kehebatan masa lalu, melainkan bagaimana umat meresponsnya dengan pengakuan iman. Peristiwa besar Allah di Mesir adalah dasar bagi kepercayaan bahwa Allah tetap setia, memberi pembebasan, nyatakan kasih-Nya, dan mengundang umat-Nya untuk hidup dalam ketaatan. Ketika umat melupakan karya-Nya, risiko terjerumus pada kelalaian rohani dan ketidaksetiaan meningkat.

Perkataan kunci dan gambaran penting

  • “Maka dilupakannya Allah” menunjukkan bahaya lupa akan penyertaan ilahi yang telah terjadi secara nyata.
  • “perkara yang besar-besar di Mesir” mengingatkan akan mujizat, penghakiman, dan pemeliharaan Allah pada masa pembebasan bangsa Israel.

Hubungan dengan ayat-ayat terkait

Beberapa bagian lain Mazmur 106 menegaskan pola berulang umat yang mudah melupakan karya Allah meski telah diberi banyak bukti kasih-Nya. Misalnya, di Pasal 106 secara umum dicatat sikap umat yang cenderung memberontak dan tidak mempercayai Allah setelah meraih kemenangan. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa ingatan akan karya Allah adalah bagian penting dari hidup beriman, bukan sekadar catatan historis.

Cross-references yang relevan

  • Kel 12:40-41; 42-43 memberi konteks pembebasan dari perbudakan Mesir dan bagaimana Tuhan menggenapkan janji-Nya secara historis. Kaitannya: pembebasan Mesir adalah fondasi identitas Allah bagi umat-Nya, sehingga melupakan-Nya berarti menutup diri dari perjanjian-Nya.
  • Tes 5:16-18 menekankan perilaku umat yang bersukacita dalam Tuhan dan merenungkan karya-Nya, sebagai cara menjaga ingatan rohani hidup.
  • Yes 46:9-10 mengingatkan umat untuk mengingat karya masa lampau Allah, karena Dia yang menetapkan masa depan sesuai rencana-Nya. Kaitannya: mengingat karya-Nya menguatkan iman pada rencana-Nya yang berkuasa.

Catatan: jika singgah pada nats lain, hindari mengutip teks penuh. Di sini kita merujuk pada prinsip mengenang karya-Nya agar iman tumbuh.

Aplikasi praktis bagi umat hari ini

Kesulitan utama yang diangkat ayat ini adalah bahaya lupa akan kebaikan Allah. Dalam kehidupan modern, kita juga bisa kehilangan kesadaran akan penyertaan-Nya saat kemudahan datang atau ketika tantangan muncul. Praktikkan:

  • merenungkan pengalaman pertolongan Tuhan secara berkala—misalnya di akhir hari atau bulan.
  • mengambil bagian dalam persekutuan yang mengingatkan kita pada karya Allah, seperti ibadah syukur dan peringatan kasih-Nya.
  • menuliskan jawaban doa dan mukjizat kecil yang telah Allah lakukan, sebagai latihan untuk tidak melupakan-Nya.

Pemantapan melalui tafsiran klasik

Para komentator alkitabiah menyoroti pentingnya menjaga ingatan akan karya Allah. Matthew Henry menekankan bahwa sejarah keselamatan membentuk dasar iman saat ini; Albert Barnes menyoroti konsekuensi kelalaian yang dapat meruntuhkan hubungan dengan Tuhan; Adam Clarke menekankan perlunya hidup dalam syukur yang konsisten atas pembebasan ilahi. Ringkasnya, ayat ini mengundang kita untuk memelihara ingatan akan pembebasan Allah sebagai dasar hidup kudus hari ini.

Quotations from old commentators (ringkas):

“A memory of God’s great acts is the chief instrument to keep men from backsliding.” (Matthew Henry, paraphrase)
“The neglect of God’s works leads to unthankfulness and moral decline.” (Albert Barnes, paraphrase)

Adam Clarke menekankan bahwa menoleh ke pekerjaan tangan Allah memelihara iman, karena Allah adalah sumber bimbingan dan perlindungan.

Kesimpulan: Mazmur 106:21 mengingatkan bahwa pembebasan masa lalu adalah fondasi untuk hidup setia hari ini. Dengan mengingat karya besar Allah di Mesir, umat dipanggil untuk menjaga iman, bersyukur, dan bertekun dalam persekutuan dengan Tuhan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Mazmur 106:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 106:13 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 106:13 (IDN) »
Tetapi dengan segera juga terlupalah mereka itu akan perbuatan-Nya dan tiada mereka itu menantikan kenyataan takdir-Nya.

Mazmur 78:42 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 78:42 (IDN) »
Maka tiada mereka itu ingat akan tangan kodrat-Nya tatkala dilepaskan-Nya mereka itu dari pada musuh;

Titus 2:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Titus 2:10 (IDN) »
dan dengan tiada mencuri, melainkan menunjukkan setia yang sempurna, supaya di dalam segala perkara mereka itu menjadi suatu perhiasan bagi pengajaran Allah, Juruselamat kita.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab