Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 5:1 Bilangan 5:2 Bilangan 5:3 Bilangan 5:4 Bilangan 5:5 Bilangan 5:6 Bilangan 5:7 Bilangan 5:8 Bilangan 5:9 Bilangan 5:10 Bilangan 5:11 Bilangan 5:12 Bilangan 5:13 Bilangan 5:14 Bilangan 5:15 Bilangan 5:16 Bilangan 5:17 Bilangan 5:18 Bilangan 5:19 Bilangan 5:20 Bilangan 5:21 Bilangan 5:22 Bilangan 5:23 Bilangan 5:24 Bilangan 5:25 Bilangan 5:26 Bilangan 5:27 Bilangan 5:28 Bilangan 5:29 Bilangan 5:30 Bilangan 5:31



Makna Langsung Ayat Bilangan 5:14
Ayat ini menjelaskan bahwa jika seorang istri tidak setia, gairah suami bisa bangkit karena kecurigaan diri sendiri. Nafsunya gairat, yaitu hasrat atau rasa ingin tahu yang menimbulkan kecemburuan, menjadi sebab munculnya kecemburuan terhadap istri karena ia telah menuduh dirinya telah melanggar komitmen pernikahan. Dengan kata lain, kecemburuan timbul bukan karena bukti nyata, melainkan karena nafsu gairat yang menuntun suami menilai istri melalui kecurigaan batin.
Latar Kontekstual
Bilangan pasal 5 membahas hukum tentang wanita yang diduga berbuat zina tanpa saksi. Dalam budaya kuno Israel, prosedur hukum yang rumit diatur untuk menjaga integritas rumah tangga dan menahan godaan kehormatan publik. Ayat 14 menonjolkan sisi psikologis dari sengketa pernikahan: perasaan cemburu bisa menguasai jika ada dorongan nafsu gairat, terlebih ketika tuduhan tak didasarkan pada saksi.
Observasi Tafsir
Inti Tema
Cross-References (singkat)
- Amsal 4:23: Memelihara hati lebih utama daripada segala hal lain karena dari sanalah sumber kehidupan.
- Yakobus 1:19-20: Hargai cepat mendengar, lambat akan berkata-kata, lambat marah, karena kemarahan manusia tidak menghasilkan kebenaran di mata Allah.
- Ulangan 19:15: Saksi yang cukup diperlukan untuk menuduh seseorang.
Pesan Praktis
Kecemasan batin dapat merusak rumah tangga lebih dari tuduhan itu sendiri. Pahami bahwa kecemburuan sering muncul dari dorongan diri sendiri, bukan bukti. Dalam hubungan, usahakan komunikasi terbuka, konfirmasi bukti secara adil, dan biarkan hukum serta hikmat Tuhan menjaga integritas rumah tangga.
Rangkuman Integratif
Ayat ini mengajak pembaca melihat bahaya gairat yang menguasai tindakan suami saat menilai istri. Kewajiban menjaga hati dari prasangka, memprioritaskan keadilan, dan mengandalkan hikmat Allah menjadi pedoman utama. Seperti yang ditegaskan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, inti ajaran ialah menjaga kemurnian hubungan pernikahan dengan kendali diri, tidak menghakimi tanpa bukti, dan menghormati martabat pasangan.
Catatan kutipan singkat yang relevan: Hal-hal yang disorot para komentator menyiratkan perlunya menahan diri dari tuduhan tanpa saksi dan menghindari nafsu gairat yang mengarahkan pada keretakan rumah tangga.