Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36



Bilangan 25:9 (IDN) — Setting, Makna, dan Penerapan
Situasi segera di balik ayat ini adalah hasil dari peristiwa pemberontakan Israel di pedalaman Moab, ketika balak berusaha menarik bangsa Israel ke dalam penyembahan berhala. Setelah Zimri dan Zimriyah terlibat dengan perbuatan mesum di pintu kemah, wabah menimpa bangsa itu sebagai hukuman Allah terhadap dosa yang merajalela. Ayat ini memberi keterangan mengenai jumlah korban jiwa karena bala Allah yang datang sebagai bagian dari tindakan pemurnian-Nya di tengah umat pilihan.
Makna dan pandangan mengenai Allah
Ayah menegaskan bahwa Allah adalah kudus dan tidak memperkenankan dosa berlarut-larut di antara umat-Nya. Bala yang menewaskan 24 ribu jiwa menunjukkan bahwa kekudusan Allah menuntut respons tegas terhadap penyembahan berhala dan kefasikan yang merajalela. Namun di balik hukuman, ada juga unsur pemurnian dan pemulihan komunitas yang setia kepada perjanjian-Nya, sehingga umat tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Perjanjian dengan kesetiaan yang baru.
Istilah kunci dan gambaran-arti penting
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian Salib Perjanjian lama menekankan aspek hukuman dan pemurnian karena dosa komunitas, seraya menyiratkan kasih dan pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya yang bertobat. Kaitan dengan Ayub dan Mazmur juga menonjolkan tema keadilan ilahi yang berimbang dengan belas kasihan bagi mereka yang sungguh-sungguh berbalik.
Penghubung silang (cross-references) dan penjelasan singkat
Aplikasi bagi kehidupan percaya hari ini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekudusan Allah menuntut pertobatan dan pemurnian komunitas iman. Dalam gereja modern, hal itu berarti menjaga kekudusan pribadi, menjauhi kompromi iman dengan budaya, dan berkomitmen pada disiplin rohani yang sehat. Ketika kita melihat kebijakan Allah terhadap dosa, kita dipanggil untuk bertobat, menjaga iman kita tetap murni, dan saling mendukung dalam kehidupan komunitas yang hidup dalam perjanjian-Nya. Kesadaran akan konsekuensi dosa membuat kita lebih menghargai kasih serta pemeliharaan-Nya yang memimpin menuju hidup yang lebih setia di hadapan-Nya.
Catatan tentang kata-kata dari tokoh komentator berbahasa Inggris (kutipan singkat)
Jika merenungkan tema pemurnian umat dan keadilan ilahi, beberapa pandangan klasik menekankan bahwa bala Tuhan berfungsi untuk memulihkan kesetiaan umat terhadap satu Tuhan yang kudus. Catatan kunci dari komentar berstatus lama menyiratkan bahwa tindakan disiplin Allah bertujuan memperbaharui perjanjian-Nya di antara umat yang sungguh-sungguh bertobat.