Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36



Makna Langsung Bilangan 25:2
Ayat ini menegaskan bahwa orang Israel ikut jemputan pesta yang diselenggarakan untuk berhala dewata mereka, lalu mereka menikmati hidangan sambil memuja dewa tersebut. Inti pesannya adalah bahaya menyatukan penyembahan berhala dengan perjamuan yang seharusnya dimaksudkan untuk ibadah kepada Allah yang benar.
Latar Kontekstual singkat
Dalam Bilangan pasal 25, bangsa Israel berada di tanah Moab di tepi sungai Yordan. Ketegangan antara sulung penyembahan berhala dan panggilan setia kepada Tuhan meletup lewat tindakan orang Israel yang berteman dengan orang Moab dan terperangkap oleh ajaran serta praktik penyembahan mereka. Ayat 2 menyoroti bagaimana undangan perjamuan menjadi pintu masuk bagi kompromi rohani yang berbahaya.
Observasi penafsir
Beberapa penafsir menekankan bahwa perjamuan tersebut tidak hanya soal makan, melainkan ikut serta dalam upacara penyembahan berhala. Keterpaduan antara pesta manusia dan ibadah berhala membawa bangsa Israel keluar dari fokus kepada Tuhan dan menimbulkan murka-Nya. Ayat ini juga memperlihatkan bagaimana godaan sosial—ikut-ikutan dalam pesta—dapat menjerumuskan umat beriman ke dalam penyembahan yang tidak benar.
Gagasan tema utama
silang rujukan dan penjelasan singkat
- Keluaran 20:3-5 menegaskan larangan menyembah berhala dan perhatian pada penghindaran persekutuannya.
- 1 Korintus 10:14 mengingatkan umat percaya untuk menjauhi penyembahan berhala meski berada dalam situasi sosial yang menggoda.
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan menyoroti prinsip iman yang terjaga saat godaan budaya sekitar berusaha mencampurkan praktik penyembahan berhala dengan kehidupan beriman.
Akar praktis yang relevan
Terkadang godaan hadir lewat pertemanan, pesta, atau acara komunitas. Ayat ini mengingatkan kita untuk tetap memegang iman dengan menolak unsur ibadah yang tidak sejalan dengan Tuhan. Kesetiaan kolektif bangsa Israel pada masa itu menjadi contoh bagaimana komunitas perlu menjaga jarak dari praktik yang menodai penyembahan kepada Allah.
Ringkasan praktikal
Ketika godaan sosial mengarah pada penyembahan yang tidak benar, kita dipanggil untuk menolak dengan tegas, menjaga fokus pada penyembahan kepada Tuhan, dan mendukung satu sama lain dalam komitmen iman yang tulus.
Kutipan pendek dari penafsir berbayang (hanya jika relevan)
Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menawarkan pewawasan yang menekankan bahaya kompromi rohani akibat ikatan sosial. Mereka menyoroti pentingnya menjaga kemurnian ibadah. Catatan ini menyertakan ringkasan pandangan umum tanpa menyalin teks panjang.
Rujukan silang singkat: - Keluaran 20:3-5: larangan penyembahan berhala sebagai prinsip inti hidup beriman. - 1 Korintus 10:14: ajakan menjauh dari penyembahan berhala dalam konteks komunitas Kristen. - Amsal 4:23: menjaga hati agar tetap setia kepada Allah dalam pilihan hidup sehari-hari.