Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 20:1 Bilangan 20:2 Bilangan 20:3 Bilangan 20:4 Bilangan 20:5 Bilangan 20:6 Bilangan 20:7 Bilangan 20:8 Bilangan 20:9 Bilangan 20:10 Bilangan 20:11 Bilangan 20:12 Bilangan 20:13 Bilangan 20:14 Bilangan 20:15 Bilangan 20:16 Bilangan 20:17 Bilangan 20:18 Bilangan 20:19 Bilangan 20:20 Bilangan 20:21 Bilangan 20:22 Bilangan 20:23 Bilangan 20:24 Bilangan 20:25 Bilangan 20:26 Bilangan 20:27 Bilangan 20:28 Bilangan 20:29



Bilangan 20:6 (IDN)
Setting segera setelah Musa dan Harun menghadapi umat yang murka karena air yang keluar berbeda. Mereka menunggu di pintu kemah perhimpunan, lalu keduanya sujud di hadapan Allah. Tiba-tiba kemuliaan Tuhan tampak kepada mereka, menegaskan kekudusan-Nya dan kehadiran-Nya dalam sengketa umat-Nya.
Apa yang teks ini ungkap tentang Allah atau iman
Ayat ini menyoroti cara Allah berinteraksi dengan umat-Nya dalam keterbatasan manusia. Ketika umat menaruh keluh kesah di hadapan kepemimpinan Musa, Allah tidak menolak letak doa mereka. Reaksi Musa dan Harun—solat sujud—menunjukkan bahwa iman yang sejati menempatkan diri dalam hadirat Tuhan dengan rendah hati. Kemuliaan Tuhan yang dinyatakan kepada mereka menegaskan bahwa Tuhan hadir di tengah kemelut, meskipun manusia sering tidak memahaminya sepenuhnya.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Cross-references singkat
Beberapa pasal yang menguatkan makna kehadiran Allah yang tampak ketika umat berseru juga ditemukan di tempat lain:
Penjelasan singkat: Kemuliaan Tuhan seringkali datang sebagai jawaban atas doa, ketaatan, dan sikap hati yang rendah diri di hadapan-Nya. Ini menguatkan tema bahwa Allah berkomunikasi dengan umat-Nya melalui kehadiran-Nya yang nyata, bukan hanya melalui rumor atau pemikiran manusia.
Penafsiran para tokoh teologi terdahulu (ringkas)
Beberapa penafsir publik domain lama menekankan keakraban antara penyembahan dan penyataan ilahi. Mereka menekankan bahwa tindakan sujud Musa dan Harun adalah respons iman terhadap kehadiran-Nya, bukan sekadar ritual. Catatan singkat: kutipan langsung singkat dari karya-karya Henry, Barnes, atau Clarke tidak ada dalam teks ini secara langsung, tetapi ide umum mereka menekankan bahwa manusia perlu merespon kehadiran Allah dengan hormat dan taat. Jika ada pernyataan mereka yang relevan, editor akan menyertakan kutipan pendek yang tepat.
Aplikasi bagi konteks masa kini
Ketika kita menghadapi kebuntuan atau kritik, persekutuan doa dan penyembahan yang rendah hati menjadi kunci. Mengakui kehadiran Tuhan di tengah situasi sulit memberi arah lebih daripada mencoba mengandalkan kekuatan manusia semata. Kita dipanggil untuk tidak menaruh kepercayaan pada kekuasaan manusia, melainkan menanti langkah Tuhan yang menegaskan gaya hidup doa, ketaatan, dan kesediaan untuk bersujud di hadapan-Nya.