Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 20:1 Bilangan 20:2 Bilangan 20:3 Bilangan 20:4 Bilangan 20:5 Bilangan 20:6 Bilangan 20:7 Bilangan 20:8 Bilangan 20:9 Bilangan 20:10 Bilangan 20:11 Bilangan 20:12 Bilangan 20:13 Bilangan 20:14 Bilangan 20:15 Bilangan 20:16 Bilangan 20:17 Bilangan 20:18 Bilangan 20:19 Bilangan 20:20 Bilangan 20:21 Bilangan 20:22 Bilangan 20:23 Bilangan 20:24 Bilangan 20:25 Bilangan 20:26 Bilangan 20:27 Bilangan 20:28 Bilangan 20:29



Bilangan 20:17 (IDN)
Setting segera sebelum konteks: Bangsa Israel, setelah berputar di padang gurun dan menghadapi kepayahan air, menghadapi permintaan untuk melewati wilayah Edom tanpa mengganggu tanah mereka. Musa meminta izin kepada bangsa Edom untuk melintasi jalur raja tanpa menyentuh ladang, kebun anggur, atau air sumur. Permintaan ini menegaskan kepatuhan Israel pada batas-batas wilayah tetangga dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan perselisihan yang berlarut-larut.
Apa yang teks ini mengungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti sikap Israel yang berpegang pada kehendak Allah untuk tetap berada dalam jalur yang ditetapkan. Mereka memilih rute yang aman, tunduk pada hukum manusia yang menegakkan kehendak ilahi dalam menjaga kedamaian tetangga. Dalam konteks perjalanan iman, tindakan ini menampakkan kepercayaan bahwa Allah mengatur jalan umat-Nya, bahkan ketika jalur tercepat tidak selalu tersedia. Allah memerintahkan ketaatan pada batas wilayah tetangga sebagai bagian dari hidup berkomunitas yang saling menghormati.
Istilah penting dan gambaran
Penjelasan karya para komentator publik domain
Para komentator gerejawi klasik menunjukkan bahwa permintaan Musa ini menekankan pentingnya menjaga damai antar bangsa dan menahan diri dari tindakan yang bisa memicu konflik. Dalam pandangan Adam Clarke, tindakan ini menyoroti kepatuhan umat terhadap peraturan manusia yang ditetapkan bagi kesejahteraan bersama. Matthew Henry menekankan bahwa Allah menghargai kehendak menjaga perdamaian dan menghindari konflik tanpa alasan yang sah. Albert Barnes menambahkan bahwa ketaatan terhadap otoritas manusia pada akhirnya memuliakan Tuhan dengan menghasilkan stabilitas bagi perjalanan umat-Nya.
Cuplikan singkat dari pendapat para komentator (kalimat pendek): “Ketaatan terhadap batas wilayah tetangga adalah bagian dari iman yang hidup.” (parafrase dari gagasan Clarke/Henry/Barnes yang sejalan; tidak menyalin kutipan panjang penuh teks berasal dari karya mereka).
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi praktis saat ini
Ketika menghadapi tantangan bepergian atau mengambil keputusan yang menyentuh wilayah hak milik sesama, ikuti prinsip iman: taati otoritas yang wajar, hindari tindakan yang merusak damai, dan cari jalan yang menjaga keharmonisan komunitas. Dalam konteks gereja dan masyarakat hari ini, hal ini berarti menghormati hukum negara, menjaga etika tawar-menawar, dan menghindari tindakan yang menimbulkan konflik karena sikap serampangan.
Inti ayat ini mengajak kita melihat bahwa iman tidak hanya menuntut iman kepada Tuhan, tetapi juga kepatuhan terhadap cara-cara manusia yang menjaga kedamaian antar sesama.